BERITA TERKINI
Apindo Siapkan Mitigasi Risiko Geopolitik untuk Jaga Kelangsungan Usaha

Apindo Siapkan Mitigasi Risiko Geopolitik untuk Jaga Kelangsungan Usaha

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menegaskan fokus pada mitigasi risiko yang realistis dan adaptif sebagai langkah awal dan jangka pendek untuk menghadapi potensi dampak konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Pendekatan ini ditujukan untuk menjaga kelangsungan aktivitas dunia usaha di tengah gejolak global.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan dunia usaha menyikapi situasi tersebut dengan prinsip “wait and see but prepared”, terutama apabila tekanan global berlanjut. Pernyataan itu disampaikan Shinta dalam keterangan di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Sejumlah langkah konkret yang disebutkan antara lain penyesuaian struktur biaya produksi dan distribusi, serta peningkatan efisiensi operasional. Apindo juga mendorong penerapan manajemen risiko yang lebih disiplin, termasuk pengelolaan eksposur valuta asing, diversifikasi sumber pasokan, serta pemanfaatan instrumen lindung nilai (hedging) maupun strategi natural hedging.

Selain langkah di tingkat pelaku usaha, Shinta menyampaikan Apindo mendorong pemerintah menjaga stabilitas harga energi dan pangan secara terukur, memperkuat cadangan serta distribusi logistik strategis, memastikan disiplin fiskal dan kebijakan moneter, serta mengelola utang secara prudent. Dukungan terarah terhadap sektor-sektor ekonomi yang berpotensi terdampak juga dinilai penting.

Shinta menambahkan, Indonesia perlu konsisten menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif, menjaga posisi netral, serta mengedepankan prinsip perdamaian dan stabilitas kawasan. Menurutnya, pendekatan yang tidak reaktif diperlukan agar Indonesia tidak terseret ke pusaran konflik geopolitik yang dapat menambah risiko ekonomi domestik.

Ia menilai stabilitas politik dan kredibilitas diplomatik menjadi fondasi dalam mempertahankan kepercayaan pasar serta keberlanjutan dunia usaha. “Pada akhirnya, koordinasi kebijakan yang solid dan terukur akan sangat menentukan daya tahan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang,” kata Shinta.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah pada Sabtu, 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Teheran, Iran, yang dilaporkan menyebabkan kerusakan signifikan dan jatuhnya korban sipil. Serangan tersebut juga disebut menewaskan Ayatollah Khamenei beserta beberapa pejabat senior pemerintah dan militer Iran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah, memicu ketegangan yang memperbesar risiko global.