Alokasi Anggaran Desa di Kabupaten Bangka pada 2026 ditetapkan sebesar Rp60 miliar untuk 62 desa. Jumlah tersebut disebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp135 miliar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bangka, Dalyan Amrie, mengatakan penurunan anggaran itu mencapai sekitar 70 persen. Ia menjelaskan, berkurangnya alokasi berdampak pada besaran dana yang diterima desa.
“Dengan penurunan tersebut, setiap desa hanya mendapat sekitar saat Rp20,6 miliar, turun sangat jauh dari tahun 2025 kemarin,” kata Dalyan Amrie, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Dalyan, penurunan tersebut juga terjadi pada dana transfer ke desa dalam berbagai bentuk. “Artinya dana transfer yang diberikan desa dalam bentuk dana desa, ADD, bagi hasil pajak dan retribusi menurun sampai 63 persen,” ujarnya.
Ia menilai kondisi ini menuntut penyesuaian besar dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan di tingkat desa. Pengurangan anggaran disebut berpengaruh langsung terhadap penentuan skala prioritas kegiatan desa, terutama program pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat.
Seiring dengan itu, pemerintah desa diminta segera menyesuaikan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) agar selaras dengan kemampuan keuangan yang tersedia.
“Dengan keterbatasan anggaran, desa harus fokus pada program yang benar-benar prioritas dan menyentuh masyarakat. Perencanaan harus realistis dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan yang ada,” kata Dalyan.
Meski menghadapi penurunan anggaran, pemerintah daerah menyatakan optimistis desa-desa di Kabupaten Bangka tetap dapat beradaptasi melalui inovasi serta pengelolaan keuangan yang lebih efisien. Pendampingan dan monitoring disebut akan terus dilakukan untuk memastikan tata kelola anggaran berjalan transparan dan akuntabel.
Warga Desa Sempan, Ucup, berharap desa tetap bisa melanjutkan pembangunan meski dengan anggaran yang terbatas. “Kita harap desa tetap bisa membangun, dengan anggaran yang ada, karena tidak sedikit masyarakat yang membutuhkan perhatian desa,” ujarnya.

