BERITA TERKINI
Akuntansi Disebut Jadi Panduan Mengelola Keuangan Saat Ekonomi Tidak Pasti

Akuntansi Disebut Jadi Panduan Mengelola Keuangan Saat Ekonomi Tidak Pasti

Dosen Akuntansi PPM School of Management, Bernadet Krisma Suryani, menilai prinsip-prinsip akuntansi dapat menjadi panduan penting dalam mengelola keuangan pribadi maupun usaha di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Dalam sebulan terakhir, perekonomian Indonesia disebut menghadapi sejumlah tekanan, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang dipengaruhi arus keluar modal hingga ketidakpastian global. Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di kisaran 4,75 persen untuk menjaga stabilitas. Sementara itu, inflasi tahunan pada Januari 2026 tercatat sekitar 3,55 persen, tertinggi dalam hampir tiga tahun terakhir.

Menurut Bernadet, situasi tersebut dapat berdampak langsung pada masyarakat, antara lain melalui kenaikan harga kebutuhan pokok, pemutusan hubungan kerja, serta perlambatan aktivitas bisnis. Dalam kondisi seperti ini, ia menekankan perlunya pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur agar individu maupun pelaku usaha dapat bertahan.

“Mayoritas orang tahu uang itu penting, tetapi tidak semua memahami cara mengelolanya secara terstruktur. Di sinilah prinsip-prinsip akuntansi memegang peran penting,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, akuntansi merupakan proses mencatat, mengelompokkan, dan menganalisis transaksi keuangan. Pada masa kritis, akuntansi dinilai dapat berfungsi sebagai “kompas” untuk membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berbasis data.

Bernadet mendorong pencatatan transaksi harian menggunakan cara sederhana, seperti lembar kerja Excel atau aplikasi keuangan. Tujuannya agar arus kas dapat diketahui secara nyata dan real time, bukan sekadar perkiraan.

Selain pencatatan, ia menyarankan pengeluaran dikelompokkan berdasarkan prioritas, yakni kebutuhan pokok, kebutuhan penting, dan kebutuhan tambahan. Dalam situasi krisis, fokus utama diarahkan pada pemenuhan kebutuhan pokok seperti pangan, tempat tinggal, listrik, dan kesehatan.

Langkah berikutnya adalah menyusun anggaran bulanan sebagai batas pengeluaran agar tidak melampaui kemampuan keuangan. Disiplin terhadap anggaran, menurutnya, penting untuk menjaga kondisi keuangan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Ia juga menekankan perlunya evaluasi berkala untuk menilai kesesuaian pengeluaran dengan anggaran, menemukan peluang penghematan, serta melihat potensi penambahan pemasukan. Evaluasi rutin dinilai membantu pengambilan keputusan yang lebih rasional karena didasarkan pada catatan keuangan.

Bernadet menambahkan, penerapan prinsip akuntansi seperti kehati-hatian, konsistensi pencatatan, serta pemisahan keuangan pribadi dan usaha dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak penting, menentukan prioritas pembayaran, menghindari utang berisiko, dan membangun dana darurat.

“Masa kritis tidak selalu bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa dikelola dengan pengelolaan keuangan yang baik. Akuntansi bukan sekadar ilmu angka, melainkan alat menjaga stabilitas dan ketenangan dalam menghadapi ketidakpastian,” katanya.