Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggencarkan program literasi keuangan sebagai bagian dari strategi memperluas pasar asuransi jiwa. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, AAJI juga menghimpun dana Industry Social Responsibility (ISR) sebesar Rp734,85 juta yang ditujukan untuk pemulihan pascabencana.
Program penghimpunan dana ISR ini melibatkan 15 perusahaan anggota AAJI. Selain fokus pada pemulihan pascabencana, AAJI menekankan pentingnya penguatan fondasi pasar jangka panjang melalui edukasi dan pengembangan generasi muda.
Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat, menyatakan literasi keuangan dan pengembangan generasi muda menjadi bagian dari komitmen industri. Menurutnya, AAJI menjalankan Beasiswa Harry Diah yang ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi, khususnya dengan tema industri asuransi jiwa, manajemen risiko, dan perlindungan keuangan.
“AAJI berkomitmen pada pengembangan generasi muda melalui Beasiswa Harry Diah. Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi, khususnya yang mengangkat tema industri asuransi jiwa, manajemen risiko, dan perlindungan keuangan,” kata Emira dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan literasi keuangan tersebut digelar melalui kolaborasi dengan Kick Andy Goes to Campus di Kampus Bina Nusantara (BINUS) Alam Sutera. Acara ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, serta perwakilan perusahaan anggota AAJI.
Kepala Departemen Literasi dan Edukasi AAJI, Cicilia Nina, menyoroti pentingnya kesiapan finansial sejak dini, termasuk pemahaman mengenai perencanaan keuangan dan risiko. Ia menilai perencanaan yang baik dapat membantu individu dan keluarga lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan yang tidak terduga.
“Perencanaan keuangan yang baik membantu individu dan keluarga lebih siap menghadapi risiko yang tidak terduga. Risiko bisa datang kapan saja, termasuk bencana alam. Dengan kesiapan finansial dan perlindungan yang tepat, dampak ekonomi dapat diminimalkan sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” ujar Cicilia.

