Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat untuk hari kedua berturut-turut pada perdagangan Selasa (17/3) waktu setempat. Penguatan terjadi ketika investor mulai melakukan aksi beli di harga rendah (buy the dip), yang dibaca sebagai sinyal kepercayaan terhadap pasar meski tensi perang di Iran terus memanas.
Indeks S&P 500 ditutup naik 0,3% dan berhasil bangkit dari level dukungan utamanya. Saham Micron Technology memimpin penguatan dengan kenaikan 4,5% menjelang laporan laba yang dinantikan pada Rabu. Di sektor energi, Exxon Mobil Corp naik 1% seiring tingginya permintaan gas AS akibat perang.
Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi turut meningkat 0,5%. Indikator volatilitas pada indeks ini turun sekitar 6% ke level terendah sejak akhir Februari, atau sebelum konflik Timur Tengah pecah.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent terpantau stabil di kisaran US$104 per barel. Sementara itu, Indeks Volatilitas Cboe turun ke level 22 dari posisi tertinggi pekan lalu.
Jay Woods, kepala strategi di Freedom Capital Markets, menilai level teknis tetap menjadi acuan penting bagi pelaku pasar. “Rata-rata pergerakan 200 hari memang bukan batas mati, namun merupakan indikator kesehatan pasar secara keseluruhan,” ujarnya. Ia menambahkan, dominasi perdagangan algoritmik membuat level-level teknis menjadi semakin signifikan dibanding sebelumnya.