Pada 19 Maret, Departemen Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Dalam Negeri di bawah Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam menggelar pertemuan koordinasi bersama Bursa Komoditas Vietnam (MXV), pelaku usaha, serta perbankan untuk membahas rencana pencatatan dan perdagangan batangan perak di bursa komoditas.
Direktur Departemen Manajemen dan Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Tran Huu Linh, menyampaikan bahwa permintaan perdagangan perak menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan minat tersebut terjadi di tengah fluktuasi harga perak domestik dan internasional yang dinilai kuat, dengan rentang pergerakan yang lebar dan sulit diprediksi. Karena itu, kajian untuk memasukkan perdagangan perak ke dalam Bursa Komoditas dipandang perlu guna menstandarisasi aktivitas perdagangan secara bertahap, meski penerapannya harus dinilai menyeluruh agar menjamin transparansi, keamanan sistem, serta hak seluruh pihak yang terlibat.
Di pasar internasional, harga perak dilaporkan terus meningkat dan sempat mencapai hampir 108,6 dolar AS per ons pada 26 Januari. Di Vietnam, harga batangan perak juga disebut terus menyesuaikan dan pada beberapa kesempatan melampaui 111 juta dong Vietnam per kilogram, yang mencerminkan meningkatnya perhatian masyarakat dan investor.
Saat ini, perdagangan perak domestik masih didominasi transaksi fisik langsung melalui kesepakatan antarpihak. Model tersebut dinilai terfragmentasi, belum memiliki mekanisme pembentukan harga terpusat, belum terstandarisasi dari sisi informasi dan standar komoditas, serta belum menyediakan instrumen lindung nilai risiko. Dalam situasi harga yang bergejolak, keterbatasan itu dipandang dapat meningkatkan risiko bagi investor maupun pelaku usaha dan mendorong perlunya perbaikan mekanisme pengelolaan.
Rencana memasukkan perak ke perdagangan bursa ditujukan untuk membentuk pasar yang terpusat, terbuka, dan transparan; menghadirkan mekanisme harga acuan yang terpadu; menyediakan alat lindung nilai; serta menstandarkan operasional perdagangan agar selaras dengan praktik internasional.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan MXV memaparkan rancangan pengaturan perdagangan, mekanisme penerimaan dan pengiriman batangan perak, hingga kliring dan penyelesaian. Implementasi diusulkan berlangsung dalam dua tahap: tahap pertama berupa uji coba pencatatan domestik dan perdagangan fisik; setelah pasar dinilai stabil, integrasi dengan bursa komoditas regional dan internasional akan dilakukan secara bertahap.
Sejumlah perusahaan perdagangan emas dan perak, antara lain Phu Quy, Bao Tin Manh Hai, Bao Tin Minh Chau, SBJ, dan Digi Invest, menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi. Mereka juga menyampaikan komitmen memastikan kapasitas produksi serta berkoordinasi dalam penerapan ketentuan pengiriman. Namun, pasokan perak saat ini masih terutama bergantung pada impor, sehingga menjadi faktor yang perlu dipertimbangkan dalam proses pelaksanaan.
Dari sisi perbankan, perwakilan Vietnam Maritime Commercial Bank—yang diproyeksikan menyediakan layanan kustodian—menyebut telah menyiapkan sistem pergudangan serta rencana penyimpanan, dan berkomitmen memperluas kapasitas penyimpanan sesuai kebutuhan pasar.
Otoritas terkait menegaskan bahwa pengenalan perdagangan perak di Bursa Komoditas memerlukan kehati-hatian, dengan dasar penilaian menyeluruh atas dampak sosial-ekonomi, dampak pasar, dan kebutuhan regulasi. Selain itu, mekanisme pengendalian risiko seperti pembatasan posisi perdagangan, pengendalian spekulasi, serta jaminan keamanan sistem dan stabilitas pasar juga perlu ditetapkan.