BERITA TERKINI
S&P Dow Jones Hadirkan S&P 500 ke Blockchain lewat Kontrak Perpetual di Hyperliquid

S&P Dow Jones Hadirkan S&P 500 ke Blockchain lewat Kontrak Perpetual di Hyperliquid

S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) mengumumkan pada Rabu bahwa mereka menghadirkan indeks S&P 500 ke blockchain melalui platform Hyperliquid. Langkah ini memungkinkan investor memperdagangkan indeks saham acuan tersebut selama 24 jam sehari tanpa harus mengakses bursa saham tradisional.

Dalam pengumuman itu, S&P DJI menyatakan telah melisensikan indeks saham andalannya kepada Trade[XYZ]. Perusahaan tersebut kemudian meluncurkan kontrak abadi (perpetual contract) S&P 500 resmi pertama yang disetujui di blockchain Hyperliquid.

Secara sederhana, produk ini memungkinkan investor non-AS yang memenuhi syarat untuk memperdagangkan S&P 500 secara onchain kapan saja. Kontrak futures perpetual—sering disebut “perps”—merupakan instrumen derivatif tanpa tanggal kedaluwarsa, yang memungkinkan pelaku pasar berspekulasi atas harga suatu aset tanpa harus memilikinya. Mekanisme tingkat pendanaan, yang umumnya disesuaikan setiap beberapa jam, digunakan untuk menjaga harga kontrak tetap selaras dengan pasar spot.

S&P DJI menyebut ini sebagai pertama kalinya S&P 500 dijadikan produk perpetual dengan dukungan resmi dari S&P. Produk tersebut juga menggunakan data indeks waktu nyata dari S&P DJI, yang dimaksudkan untuk menjaga akurasi perdagangan indeks ketika pasar tradisional sedang tutup.

Chief Product Officer S&P DJI, Cameron Drinkwater, mengatakan tujuan perusahaan adalah memperluas tempat dan cara penggunaan indeks mereka. Menurutnya, kolaborasi ini memperluas akses ke tolok ukur S&P DJI di pasar digital.

Perdagangan sepanjang waktu ini membuka peluang bagi investor non-AS untuk mendapatkan eksposur leverage terhadap S&P 500 melalui platform berbasis blockchain. Dalam kondisi pasar tradisional yang berhenti beroperasi pada akhir pekan, kontrak perpetual memberi ruang bagi trader untuk merespons peristiwa secara langsung. Contohnya, ketika kabar makro besar muncul di akhir pekan, pelaku pasar biasanya hanya bisa memperkirakan pergerakan S&P 500 pada pembukaan Senin. Dengan kontrak perpetual, mereka dapat mengambil posisi segera setelah berita muncul.

Trade[XYZ] beroperasi di atas Hyperliquid, jaringan terdesentralisasi yang dirancang untuk perdagangan cepat. Platform tersebut menyatakan pasarnya selalu terbuka, berbeda dengan bursa saham yang tutup di luar jam perdagangan dan pada akhir pekan. Trade[XYZ] juga menyebut total volume pasarnya telah melampaui US$100 miliar sejak Oktober, dengan tingkat pertumbuhan tahunan lebih dari US$600 miliar.

Setelah pengumuman, token asli Hyperliquid, HYPE, tercatat menguat: naik 2,2% dalam 24 jam terakhir, 14,2% dalam tujuh hari terakhir, dan 35,5% dalam sebulan terakhir. Hyperliquid disebut kian banyak digunakan pedagang kripto untuk mengakses pasar di luar instrumen keuangan tradisional.

Di sisi lain, CIO Maelstrom sekaligus Co-Founder BitMEX Arthur Hayes menilai para pedagang semakin banyak memakai Hyperliquid untuk mengakses pasar yang tidak tersedia di platform tradisional. Ia juga menyampaikan pandangan bahwa token HYPE dapat mencapai US$150, dengan alasan pendapatan platform yang kuat, aktivitas perdagangan nyata, dan pasokan token yang disiplin.

Trade[XYZ] menyatakan peluncuran produk S&P 500 ini baru tahap awal dari upaya membawa lebih banyak aset tradisional ke onchain. Collins Belton, chief operating officer sekaligus penasihat umum perusahaan induk Trade[XYZ], mengatakan S&P 500 menjadi titik awal yang alami karena merupakan indeks saham yang paling banyak dilacak di dunia dan telah lama menjadi tolok ukur utama ekuitas global.

S&P DJI menambahkan bahwa pengumuman ini memperkuat inisiatif keuangan terdesentralisasi mereka sebelumnya, termasuk peluncuran terbaru Indeks S&P Digital Markets 50.