Jakarta – Kesadaran masyarakat Indonesia untuk menabung dan berinvestasi dinilai masih perlu diperkuat. Sejumlah orang disebut masih kesulitan mencapai stabilitas finansial meski penghasilan meningkat, karena pola pengelolaan keuangan yang kurang tepat.
Perencana keuangan Melvin Mumpuni mengungkapkan ada tiga pola umum yang kerap terjadi. Pertama, ketika penghasilan naik, pengeluaran ikut bertambah. Kedua, kenaikan pendapatan sering diiringi peningkatan cicilan. Ketiga, tabungan justru semakin kecil.
Melvin menyebut kondisi tersebut muncul karena banyak orang menabung dari sisa pengeluaran, bukan menyisihkan dana sejak awal menerima penghasilan. Ia menyarankan agar kebiasaan menabung dilakukan secara konsisten sejak awal, meski nominalnya kecil, sebagai dasar untuk mulai berinvestasi dan membangun aset bertahap.
Ia juga mencontohkan kemudahan yang ditawarkan perkembangan teknologi, salah satunya melalui investasi emas digital. Menurutnya, skema pembelian bertahap membantu masyarakat mengumpulkan emas sedikit demi sedikit tanpa harus menunggu dana besar terkumpul. Melvin mengatakan, dengan nominal Rp100.000 masyarakat sudah bisa mulai mengumpulkan emas.
Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, mengatakan emas sejak lama menjadi instrumen investasi yang dipercaya masyarakat Indonesia. Ia menilai kebiasaan menyisihkan penghasilan untuk membeli emas telah berlangsung lama dan kerap menjadi aset keluarga yang diwariskan antargenerasi.
Namun, Yos menyoroti tantangan untuk membuat investasi emas tetap relevan bagi generasi muda yang hidup di era digital. Karena itu, layanan berbasis digital dinilai menjadi salah satu cara untuk menjembatani kebutuhan tersebut.
Sementara itu, Senior Executive Vice President Marketing PT Rintis Sejahtera Robby Sutisna menekankan bahwa keberhasilan investasi pada dasarnya berawal dari kedisiplinan menabung. Setelah kebiasaan tersebut terbentuk, masyarakat dapat memilih instrumen yang sesuai, termasuk emas digital yang kini dapat diakses melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.
Robby menambahkan, agar layanan investasi digital dapat menjangkau lebih luas, diperlukan dukungan sistem pembayaran yang aman dan terintegrasi. Ia menyebut ekosistem pembayaran digital dari bank maupun nonbank yang didukung Jaringan PRIMA memungkinkan Pegadaian menghadirkan layanan transaksi digital lebih luas dan efisien.
Ia juga menegaskan aspek keamanan transaksi menjadi prioritas, dengan pemantauan real-time selama 24 jam serta dukungan Potential Risk Detection System (PRDS) untuk mengidentifikasi transaksi tidak wajar yang berpotensi sebagai tindakan penipuan.