Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran kerap identik dengan berbagai aktivitas yang memicu kenaikan pengeluaran, mulai dari membeli baju baru, menyiapkan kue kering, membagikan amplop Lebaran, hingga mudik untuk berkumpul bersama keluarga. Kondisi ini membuat belanja rumah tangga biasanya meningkat dibanding hari-hari biasa.
Pakar ekonomi Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tika Widiastuti SE MSi, menilai lonjakan konsumsi menjelang hari raya merupakan hal yang wajar. Menurutnya, momen Lebaran hanya terjadi pada waktu tertentu dan tidak berlangsung setiap hari.
Tika juga menekankan bahwa peningkatan konsumsi pada situasi seperti ini tidak selalu bisa langsung dikategorikan sebagai perilaku konsumtif. Dalam kajian ekonomi, perilaku konsumtif merujuk pada aktivitas membeli barang yang didorong oleh keinginan semata, bukan kebutuhan.