Outstanding pembiayaan industri pinjaman daring (peer-to-peer/P2P) fintech lending tercatat mencapai Rp98,54 triliun hingga Januari 2026. Angka tersebut naik 25,52% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Agusman, menyampaikan bahwa pada Desember 2025 outstanding pinjaman daring masih berada di level Rp96,62 triliun.
Di sisi risiko kredit, rasio Wanprestasi 90 hari (TWP90) meningkat secara bulanan (month-to-month/mtm) dari 4,32% pada Desember 2025 menjadi 4,38% hingga Januari 2026. Pernyataan itu disampaikan Agusman dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK pada Selasa (3/3/2026).
Agusman juga memaparkan perkembangan industri multifinance. Outstanding piutang pembiayaan tercatat naik tipis secara mtm menjadi Rp508,27 triliun per Januari 2026, dibandingkan Rp506,50 triliun pada Desember 2025. Adapun pada Desember 2024, piutang pembiayaan perusahaan pembiayaan berada di level Rp503,43 triliun.
Sementara itu, industri modal ventura menyalurkan pembiayaan sebesar Rp15,95 triliun per Januari 2026, meningkat secara yoy dari Rp15,81 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai aset perusahaan modal ventura juga tercatat naik secara yoy menjadi Rp27,01 triliun dari posisi Rp26,59 triliun.

