BERITA TERKINI
OJK Mencatat Penyaluran Pinjol Naik saat Ramadan, Akademisi Ingatkan Risiko Konsumtif

OJK Mencatat Penyaluran Pinjol Naik saat Ramadan, Akademisi Ingatkan Risiko Konsumtif

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat peningkatan penyaluran pendanaan melalui layanan fintech lending atau pinjaman daring (pindar) selama bulan Ramadan. Dalam data OJK, tren penyaluran pendanaan pindar naik 8,9 persen secara month-to-month (mtm) pada Ramadan 2024 dan 3,8 persen mtm pada Ramadan 2025.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan, pada periode Ramadan penyaluran pendanaan pindar memang cenderung meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Menurutnya, lonjakan tersebut terkait bertambahnya kebutuhan masyarakat, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan lain menjelang Hari Raya. Pernyataan itu disampaikan Agusman sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Antara.

Meski demikian, kalangan akademisi mengingatkan bahwa kenaikan penggunaan pinjaman online selama Ramadan dinilai lebih banyak dipicu faktor konsumtif dibanding kebutuhan mendesak. Dosen Ilmu Ekonomi Syariah IPB University Dr Ranti Wiliasih menyebut, sebagian besar pinjaman digunakan untuk memenuhi keinginan sesaat, bukan untuk kegiatan produktif yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan.

Ranti menilai pinjaman konsumtif berpotensi memicu persoalan finansial di kemudian hari apabila tidak dikelola dengan baik. Ia menegaskan, pinjaman sebaiknya digunakan dalam kondisi darurat seperti kebutuhan medis, musibah, atau bencana. Selain itu, fenomena fear of missing out (FOMO) dan dorongan mengikuti gaya hidup orang lain disebut kerap memicu masyarakat mengambil pinjol tanpa pertimbangan matang.

Dari sisi psikologis dan finansial, penggunaan pinjol secara konsumtif juga dinilai dapat menimbulkan tekanan ganda. Beban bunga yang meningkat membuat total utang semakin membengkak. Di sisi lain, praktik penagihan yang tidak etis pada pinjol ilegal, seperti intimidasi atau penyebaran data pribadi, disebut dapat memperparah kondisi mental peminjam.

Ranti mengimbau masyarakat mengatur pola hidup sesuai kemampuan finansial masing-masing, terutama pada momen Ramadan yang identik dengan peningkatan pengeluaran. Ia mengingatkan agar tidak merasa rendah diri bila tidak mampu mengikuti gaya hidup orang lain, serta menekankan pentingnya kesadaran finansial dan pengendalian diri untuk menghindari jeratan utang konsumtif.

Bagi masyarakat yang sudah terlanjur terjebak pinjol, Ranti menyarankan mencari alternatif pembiayaan tanpa bunga dengan tenor lebih panjang agar pelunasan dapat dilakukan secara bertahap. Ia juga menekankan perlunya edukkasi literasi keuangan serta kehati-hatian dalam memilih layanan pinjaman resmi yang terdaftar di OJK guna meminimalkan risiko di masa mendatang.