BERITA TERKINI
OJK Kepri: Mayoritas Pengaduan Masyarakat pada 2025 Berasal dari Sektor Fintech

OJK Kepri: Mayoritas Pengaduan Masyarakat pada 2025 Berasal dari Sektor Fintech

BATAM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau mencatat 817 pengaduan masyarakat sepanjang 2025, di tengah maraknya penipuan berbasis digital dan aktivitas keuangan ilegal. Data tersebut mendorong penguatan literasi serta perlindungan konsumen, terutama terkait pinjaman online ilegal dan berbagai modus penipuan digital.

Kepala OJK Kepri Sinar Danandjaya mengatakan mayoritas pengaduan yang diterima berasal dari sektor financial technology (fintech). Menurutnya, seluruh laporan diproses melalui mekanisme penyelesaian sengketa sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami memastikan setiap laporan ditindaklanjuti untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem keuangan digital,” ujar Sinar di Batam, Selasa (3/3).

Sepanjang 2025, OJK Kepri menerima 280 laporan pinjaman online ilegal dan 88 laporan investasi ilegal. Selain itu, melalui kanal Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), tercatat 6.316 laporan korban penipuan dengan beragam modus, mulai dari penipuan belanja daring, panggilan palsu atau impersonation, penipuan lowongan kerja, hingga penipuan melalui media sosial.

IASC merupakan sistem nasional yang menampung dan mengoordinasikan penanganan laporan penipuan keuangan. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui situs iasc.ojk.go.id.

Secara nasional, kontribusi laporan dari Kepulauan Riau tercatat 1,54 persen dan tidak masuk dalam sepuluh provinsi dengan pelaporan tertinggi. Sinar berharap kondisi tersebut mencerminkan peningkatan literasi masyarakat, meski kewaspadaan tetap diperlukan.

Untuk pencegahan, OJK Kepri menggencarkan edukasi keuangan. Sepanjang 2025, tercatat 87 kegiatan literasi yang diikuti total 145.397 peserta dari berbagai segmen masyarakat.

Di sisi inklusi keuangan, OJK bersama Pelaku Usaha Jasa Keuangan menggelar 648 kegiatan di seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau, dengan jangkauan 266.368 peserta.

Memasuki 2026, OJK Kepri menyiapkan kampanye nasional Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) pada Maret. Program ini menghadirkan armada SiMOLEK di Batam dan Tanjungpinang pada 2–9 Maret, serta edukasi ekonomi syariah untuk ibu rumah tangga pada 11 Maret.

“Program ini mempercepat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui layanan edukasi jemput bola dalam momentum Ramadan,” kata Sinar.