Bogor — Berbagai inovasi layanan pertanahan yang dikembangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dinilai memudahkan masyarakat, baik dari sisi proses layanan maupun akses informasi. Kemudahan itu disampaikan sejumlah pengunjung booth Kementerian ATR/BPN di Universitas Pertahanan RI, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/01/2026).
Salah satu pengunjung, Dewi, pegawai Kementerian Pertahanan, menceritakan pengalamannya saat mengurus peningkatan status kepemilikan tanah. Sekitar dua bulan lalu, ia mengajukan perubahan status sertipikat pasca pelunasan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi Sertipikat Hak Milik (SHM).
Menurut Dewi, proses yang ia jalani terasa lebih sederhana dibandingkan persepsi awalnya. “Awalnya sempat malas dan khawatir proses ribet. Namun setelah saya datang langsung dan mengurus, ternyata sekarang prosesnya sangat mudah,” ujarnya.
Dewi menilai kemudahan tersebut tidak terlepas dari keterbukaan informasi layanan yang kini lebih mudah diakses. Berbagai informasi mengenai prosedur dan persyaratan dapat dipelajari terlebih dahulu melalui platform digital, sehingga masyarakat bisa datang ke kantor pertanahan dengan persiapan yang lebih matang.
“Informasinya sekarang sudah lengkap, ada di media sosial seperti Instagram dan TikTok. Sebelum mengurus pun saya sempat mencari informasi melalui internet, dan memang mudah sekali,” kata Dewi.
Meski mengapresiasi layanan yang telah berjalan, Dewi berharap pengembangan inovasi terus dilakukan, terutama untuk menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya tertib administrasi pertanahan. Ia menyoroti masih adanya persoalan seperti sertipikat ganda atau kepemilikan yang tumpang tindih, khususnya di wilayah yang belum terpetakan dengan baik.
Apresiasi juga disampaikan Mardiantoro. Ia menilai keterbukaan informasi layanan pertanahan yang dilakukan Kementerian ATR/BPN semakin mudah dipahami, komunikatif, dan tidak berbelit-belit, sehingga memberi rasa nyaman bagi masyarakat. Ia berharap kualitas layanan yang dirasakan dapat terus dijaga dan ditingkatkan. “Yang sudah baik ini semoga bisa dipertahankan, dan ke depan layanannya bisa lebih baik lagi,” tutupnya.

