BERITA TERKINI
Lima Kisah Pengusaha UKM yang Memulai Bisnis dari Nol dan Meraih Kesuksesan

Lima Kisah Pengusaha UKM yang Memulai Bisnis dari Nol dan Meraih Kesuksesan

Menjadi pengusaha sukses tidak selalu diawali dari kemudahan atau warisan usaha keluarga. Banyak pengusaha kecil dan menengah (UKM) yang harus memulai bisnis dari nol dengan berbagai tantangan, terutama dalam hal permodalan dan pengembangan usaha. Kisah mereka bisa menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang ingin berwirausaha.

1. Bob Sadino

Bambang Mustari Sadino, yang dikenal sebagai Bob Sadino, memulai kariernya sebagai karyawan BUMN selama sembilan tahun. Setelah keluar dari pekerjaan tersebut, ia mencoba membuka usaha sewa mobil, namun mengalami kegagalan setelah kecelakaan yang membuat bisnisnya terhenti. Bob kemudian bekerja sebagai buruh bangunan sambil mencari peluang lain.

Melihat potensi di bidang peternakan ayam, Bob memulai usaha berdagang telur ayam negeri dengan modal pinjaman dari tetangganya. Ia memasarkan telur secara langsung ke rumah-rumah ekspatriat di Kemang, Jakarta Selatan. Berkat ketekunan dan inovasinya, usaha ini berkembang pesat hingga akhirnya mendirikan Kem-Chicks, supermarket yang terkenal menjual produk pertanian dan peternakan.

2. Gibran Rakabuming

Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo, memilih untuk membangun usaha sendiri di bidang katering dan wedding organizer, meskipun keluarganya memiliki bisnis mebel. Ia memulai dengan mengajukan beberapa proposal pinjaman ke bank dan berhasil mendapatkan satu pinjaman sebagai modal awal mendirikan Chili Pari.

Bisnis katering yang dimulai dari melayani pesanan kecil ini berkembang hingga mampu menangani order besar dengan ribuan tamu. Gibran juga berkomitmen untuk menjaga integritas usaha dengan tidak melayani order dari pemerintah daerah saat ayahnya menjabat Wali Kota Solo.

3. Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti, yang hanya mengenyam pendidikan hingga tingkat SMP, memilih berbisnis di bidang perikanan sejak muda. Ia memulai sebagai pedagang pengepul ikan di Pangandaran dengan modal yang didapat dari penjualan perhiasannya sendiri.

Seiring berkembangnya bisnis, Susi meminjam dana dari bank untuk membeli pesawat guna mendukung distribusi produk laut. Ia kemudian mendirikan maskapai Susi Air yang melayani penerbangan carter dan rute di daerah terpencil, menjadikannya pengusaha sukses sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan.

4. Sunny Kamengmau

Sunny Kamengmau, asal Nusa Tenggara Timur, memulai kariernya sebagai tukang sapu di sebuah hotel di Bali. Berkat kerja keras, ia kemudian menjadi satpam dan mempelajari bahasa Inggris serta Jepang secara otodidak.

Melalui pertemuan dengan pengusaha Jepang, Sunny mendapat kesempatan memasok tas kulit ke pasar Jepang. Meskipun menghadapi kesulitan awal, ia berhasil mengembangkan merek tas Robita yang populer di kalangan sosialita Jepang dan kini menargetkan pasar domestik Indonesia.

5. Reza Nurhilman

Reza Nurhilman adalah pengusaha muda di balik kesuksesan keripik singkong pedas "Maicih". Ia memulai usaha ini pada usia 23 tahun dengan modal Rp 15 juta dan memasarkan produknya melalui promosi dari mulut ke mulut serta pemanfaatan media sosial, khususnya Twitter.

Reza juga menerapkan sistem agen yang disebut "jenderal" untuk memperluas jangkauan pemasaran. Keberhasilan Maicih menginspirasi banyak pengusaha muda lain untuk menciptakan produk keripik dengan berbagai bahan dan rasa.

Kelima kisah tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan modal bukanlah penghalang mutlak untuk memulai dan mengembangkan usaha. Dengan ketekunan, kreativitas, dan strategi yang tepat, pengusaha UKM dapat meraih kesuksesan dari nol.