BERITA TERKINI
Komisi XIII DPR RI Apresiasi Kinerja dan Inovasi Layanan Kantor Imigrasi Bogor

Komisi XIII DPR RI Apresiasi Kinerja dan Inovasi Layanan Kantor Imigrasi Bogor

Komisi XIII DPR RI mengapresiasi capaian kinerja serta berbagai inovasi layanan yang dilakukan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor. Apresiasi itu disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI ke Kantor Imigrasi Bogor pada Kamis (22/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penguatan pelayanan publik dan pengawasan keimigrasian di wilayah penyangga Ibu Kota Negara (IKN). Selain menjadi agenda evaluasi kinerja, pertemuan ini juga disebut sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi antara legislatif dan jajaran imigrasi.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat, Jaya Saputra, menekankan pentingnya kolaborasi lintas kelembagaan untuk mewujudkan tata kelola keimigrasian yang adaptif dan berdaya saing. “Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam peningkatan kualitas layanan dan pengawasan keimigrasian,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, memaparkan profil kantor serta capaian kinerja sepanjang 2025. Salah satu capaian yang disoroti ialah keberhasilan melampaui target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari layanan keimigrasian, yang dinilai mencerminkan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan transparan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat, Komisi XIII DPR RI juga mendorong kajian berkelanjutan terkait peningkatan PNBP, khususnya dari layanan izin tinggal, agar dapat dioptimalkan secara terukur dan berkelanjutan. Dukungan turut diberikan terhadap pengembangan inovasi layanan keimigrasian, peningkatan pelayanan bagi pekerja migran Indonesia, serta pelayanan bagi calon jemaah haji dan umrah sebagai bagian dari pendekatan keimigrasian yang humanis.

Komisi XIII DPR RI menekankan pentingnya penguatan fungsi intelijen keimigrasian, terutama untuk meningkatkan deteksi dini terhadap penyalahgunaan izin tinggal, mobilitas lintas wilayah warga negara asing, praktik kawin kontrak, hingga potensi tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Penguatan kolaborasi lintas sektor melalui integrasi dan pertukaran data keimigrasian dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pengawasan orang asing.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI, Dr. Andreas Hugo Pareira, menyatakan dukungan terhadap penguatan pelayanan dan pengawasan keimigrasian yang profesional dan berkelanjutan. “Kami mengapresiasi capaian Kantor Imigrasi Bogor serta mendorong peningkatan kinerja melalui kolaborasi, penguatan sumber daya manusia, dan inovasi layanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini diharapkan memperkuat sinergi antara Komisi XIII DPR RI dan jajaran imigrasi dalam mewujudkan sistem keimigrasian yang berdaulat, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.