BERITA TERKINI
Kapitalisasi Rp15.300 Triliun, Pasar Modal Indonesia Masuk 20 Bursa Terbesar Dunia

Kapitalisasi Rp15.300 Triliun, Pasar Modal Indonesia Masuk 20 Bursa Terbesar Dunia

Pasar modal Indonesia masuk dalam jajaran 20 bursa dengan nilai kapitalisasi terbesar di dunia dan menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN. Direktur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyebut nilai kapitalisasi pasar telah mencapai Rp15.300 triliun, dengan nilai transaksi harian Rp16,9 triliun dan jumlah investor sebanyak 19,5 juta.

Pernyataan tersebut disampaikan Jeffrey Hendrik di Medan, Sumatera Utara. Ia mengatakan capaian itu tercermin dari pertumbuhan sejumlah indikator perdagangan utama, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sepanjang tahun ini tumbuh hampir 19% secara year-to-date (ytd).

Pada penutupan perdagangan Jumat sore, IHSG berada di posisi 8.414,35, sementara indeks LQ45 tercatat pada level 845,68. Adapun pada perdagangan perdana tahun ini, 2 Januari 2025, IHSG dibuka pada level 7.103,14.

Jeffrey menilai kinerja positif pasar modal domestik tidak terlepas dari kontribusi sektor pasar modal syariah yang dinilai meningkatkan inklusivitas sektor jasa keuangan. Menurutnya, prinsip investasi syariah yang menekankan manajemen risiko membuatnya relevan tidak hanya bagi umat Muslim, tetapi juga bagi masyarakat luas yang ingin mengelola keuangan secara bijak. Ia menegaskan prinsip investasi syariah memiliki nilai yang bersifat universal.

Ia juga menyampaikan ekosistem pasar modal syariah Indonesia saat ini didukung infrastruktur dan regulasi yang lengkap, mencakup lebih dari 11 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) serta lebih dari 26 fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Regulasi tersebut mengatur tata cara investasi syariah secara menyeluruh, mulai dari pembukaan rekening, transaksi, kliring, penyimpanan, hingga dana jaminan investor.

Menurut Jeffrey, kesiapan ekosistem tersebut turut mendorong apresiasi global terhadap pasar modal syariah Indonesia. Ia menyebut BEI setidaknya telah lima kali memperoleh penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) berada di level 282,10 per Oktober 2025. Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar ISSI tercatat Rp9,32 kuadriliun dengan jumlah 618 saham, serta pertumbuhan sejak awal tahun mencapai 30,81% (ytd).