Bursa Efek Indonesia (BEI) menyesuaikan jadwal operasional perdagangan dengan hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah, termasuk pada periode libur Nyepi dan Idulfitri 2026. Penyesuaian kalender ini menjadi perhatian investor karena dapat memengaruhi perencanaan transaksi dan strategi investasi.
Penetapan hari libur bursa mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri—Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi—yakni SKB Nomor 1497 Tahun 2025, Nomor 2 Tahun 2025, dan Nomor 5 Tahun 2025 tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026.
Pada Maret 2026, jumlah hari bursa di BEI berkurang karena bertepatan dengan rangkaian libur Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam kalender tersebut, cuti bersama Nyepi berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026 dan Kamis, 19 Maret 2026.
Sementara itu, libur bursa yang berkaitan dengan Idulfitri pada Maret 2026 jatuh pada 20 Maret (cuti bersama), 23 Maret (cuti bersama), dan 24 Maret (cuti bersama). Setelah periode libur tersebut, perdagangan di BEI dijadwalkan kembali dibuka pada Rabu, 25 Maret 2026.
Kombinasi libur Nyepi dan rangkaian libur Idulfitri membuat total hari bursa pada Maret 2026 tercatat hanya 17 hari.
Menjelang libur panjang Nyepi dan Lebaran 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada 17 Maret 2026. Mengacu pada data RTI, IHSG naik 1,2% ke level 7.106,83, sedangkan indeks LQ45 bertambah 1,22% ke posisi 722,41. Seluruh indeks saham acuan tercatat menghijau.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyampaikan penguatan IHSG masih sejalan dengan laporan yang disampaikan pada Selasa pagi. Ia memperkirakan terdapat peluang rebound jangka pendek setelah IHSG mengalami koreksi cukup dalam pada hari sebelumnya.
Dari sisi global, Herditya menyoroti harga minyak mentah yang turun setelah Iran membuka Selat Hormuz untuk beberapa negara sehingga suplai minyak diharapkan berangsur pulih. Dari dalam negeri, ia menyebut nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS dan BI Rate bertahan di level 4,75%.
Pada perdagangan Selasa tersebut, IHSG bergerak di rentang 7.059,89 hingga 7.148,25. Sebanyak 457 saham menguat, 214 saham melemah, dan 148 saham tidak bergerak. Frekuensi perdagangan mencapai 1.555.710 kali dengan volume 31,1 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 24,5 triliun. Kurs dolar AS terhadap rupiah berada di kisaran 16.987.
Seluruh sektor saham ditutup di zona hijau. Sektor basic mencatat kenaikan terbesar 3,43%, diikuti sektor transportasi 3,69% dan infrastruktur 3,38%. Sektor teknologi naik 2,89%, properti menguat 1,42%, energi naik 1,05%, consumer nonsiklikal bertambah 1,07%, industri naik 0,85%, kesehatan naik 0,60%, keuangan menguat 0,46%, consumer siklikal naik 0,28%.