Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat pada hari terakhir perdagangan menjelang libur Idulfitri. IHSG naik 1,20 persen atau bertambah 84,55 poin ke level 7.106,83.
Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut penguatan ini mencerminkan kondisi “rebound” menjelang libur panjang Hari Suci Nyepi dan Hari Raya Idulfitri. Kenaikan IHSG juga didorong penguatan indeks Wall Street serta mayoritas indeks di bursa Asia.
Selain sentimen global, pergerakan sejumlah indikator turut menjadi perhatian pelaku pasar. Harga minyak yang sempat terkoreksi kembali menguat pada hari ini. Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup stagnan di posisi Rp16.997 per dolar AS.
Phintraco juga menyoroti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen. Keputusan tersebut dinilai sebagai langkah stabilisasi rupiah dan inflasi di tengah memburuknya kondisi global akibat konflik di Timur Tengah.
Di dalam negeri, pasar mencermati kajian pemerintah terkait sejumlah langkah efisiensi anggaran, terutama pada pos pengeluaran kementerian dan lembaga yang dinilai masih dapat ditekan. Menurut Phintraco, langkah itu ditujukan untuk menjaga disiplin fiskal serta memastikan program prioritas tetap berjalan di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.
Sepanjang perdagangan, sebanyak 457 saham menguat, 214 saham melemah, dan 148 saham tidak berubah. Sektor transportasi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,69 persen.
Dari sisi aktivitas transaksi, volume perdagangan mencapai 31,06 miliar lembar saham dengan frekuensi 1,55 juta kali transaksi. Total nilai transaksi tercatat Rp24,54 triliun, sementara kapitalisasi pasar menjadi Rp12.573 triliun.