Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka menguat di tengah sikap pelaku pasar yang masih cenderung menunggu dan mencermati arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral, baik di dalam negeri maupun global.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG naik 52,32 poin atau 0,75 persen ke posisi 7.074,61. Sementara Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 6,99 poin atau 0,98 persen ke posisi 720,72.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai, menjelang libur panjang investor diperkirakan cenderung menahan diri di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. Ia memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran 6.900 hingga 7.150.
Dari luar negeri, perhatian pasar tertuju pada rangkaian keputusan bank sentral di berbagai negara pekan ini, termasuk bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang dijadwalkan merilis kebijakannya pada Rabu (18/03). Kebijakan tersebut menjadi kesempatan pertama bagi bank sentral untuk merespons eskalasi konflik antara AS dan Israel dengan Iran yang telah memasuki pekan ketiga.
Pergerakan harga minyak mentah global juga menjadi sorotan. Pasar mencermati dampak penutupan Selat Hormuz yang menghambat aliran energi dan dinilai berpotensi mengancam perekonomian dunia. Meski AS disebut berupaya meredakan kekhawatiran pasokan, termasuk melalui pelonggaran sejumlah sanksi terhadap minyak Rusia, harga minyak mentah dilaporkan terus meningkat.
Presiden AS Donald Trump meminta beberapa negara membantu AS membuka kembali Selat Hormuz, namun sebagian negara disebut menunjukkan keengganan. Trump juga menyatakan rencana perjalanannya ke China pada akhir Maret 2026 dapat ditunda, seiring upaya AS menekan China agar membantu membuka kembali Selat Hormuz.
Dari dalam negeri, pasar memperhatikan potensi dampak kenaikan harga minyak terhadap inflasi, kemungkinan melebarnya defisit APBN, depresiasi rupiah, serta potensi perlambatan ekonomi domestik yang dinilai menjadi faktor negatif bagi pergerakan IHSG.
Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen pemerintah terhadap disiplin fiskal dengan menyatakan prinsip utama pemerintahannya adalah memastikan bangsa Indonesia hidup sesuai kemampuan. Ia menekankan opsi melonggarkan defisit APBN sebagai pilihan terakhir, dan hanya akan mempertimbangkan pelebaran batas defisit maksimal 3 persen dari PDB jika Indonesia menghadapi situasi darurat yang luar biasa.
Pelaku pasar juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung hari ini. BI diperkirakan mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen. Sementara itu, pertumbuhan kredit perbankan diperkirakan meningkat 10,1 persen (year-on-year/yoy) pada Februari 2026, dari 9,96 persen pada Januari 2026.
Di pasar global, bursa saham Eropa pada perdagangan Senin (16/03) ditutup menguat, dengan Euro Stoxx 50 naik 0,44 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,55 persen, DAX Jerman naik 0,50 persen, dan CAC menguat 0,31 persen.
Wall Street juga ditutup menguat pada hari yang sama. Indeks Nasdaq Composite naik 1,13 persen ke 24.655,34, S&P 500 menguat 1,01 persen ke 6.699,38, dan Dow Jones naik 0,83 persen ke 46.946,41.
Sementara itu, bursa regional Asia pada Selasa pagi bergerak positif. Indeks Nikkei menguat 285,50 poin atau 0,53 persen ke 54.036,60, Hang Seng naik 336,26 poin atau 1,30 persen ke 26.170,29, Shanghai menguat 11,93 poin atau 0,29 persen ke 4.096,72, dan Strait Times naik 56,37 poin atau 1,16 persen ke 4.925,06.