BERITA TERKINI
IHSG Dibuka Menguat ke 9.052, Didukung Kenaikan Wall Street namun Tekanan Jual Masih Membayangi

IHSG Dibuka Menguat ke 9.052, Didukung Kenaikan Wall Street namun Tekanan Jual Masih Membayangi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis pagi dengan sentimen positif, seiring respons pelaku pasar terhadap penguatan bursa global, terutama Wall Street.

Pada pembukaan perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, IHSG tercatat naik 41,83 poin atau 0,46 persen ke level 9.052,16. Indeks saham unggulan LQ45 turut menguat 4,63 poin atau 0,53 persen ke posisi 876,05.

Penguatan pada awal perdagangan ini sejalan dengan kinerja bursa Amerika Serikat pada sesi sebelumnya. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,21 persen ke level 49.077,23. Indeks S&P 500 menguat 1,16 persen ke posisi 6.875,62, sementara Nasdaq Composite naik 1,18 persen ke level 23.224,82.

Meski demikian, tekanan pada IHSG masih terlihat dari pergerakan sehari sebelumnya. Pada perdagangan sebelumnya, IHSG justru ditutup melemah 1,36 persen ke level 9.010. Tekanan jual juga tercermin dari catatan net foreign sell sebesar Rp1,88 triliun di pasar reguler.

Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan tersebut disebut dipicu kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, pasar mencermati risiko meningkatnya arus keluar modal asing seiring wacana tarif baru dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah turut membebani pergerakan pasar saham.

Adapun keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen dinilai belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual di pasar.

Secara teknikal, IHSG dinilai masih berpotensi melanjutkan koreksi. Level support terdekat berada di kisaran 8.948, sementara resistance berada di area 9.035. Selama sentimen global dan pergerakan rupiah belum menunjukkan perbaikan yang signifikan, tekanan terhadap IHSG diperkirakan masih berlanjut.