BERITA TERKINI
Huawei Cloud Luncurkan Layanan MaaS di Indonesia untuk Percepat Adopsi AI di Dunia Usaha

Huawei Cloud Luncurkan Layanan MaaS di Indonesia untuk Percepat Adopsi AI di Dunia Usaha

Huawei Cloud meluncurkan layanan Model-as-a-Service (MaaS) di Indonesia dalam ajang Huawei Cloud AI Boost Day bertema “Agentic AI Practice” yang digelar di Jakarta. Kehadiran MaaS disebut sebagai langkah untuk mempercepat penerapan kecerdasan buatan (AI) di kalangan pelaku usaha, dari tahap uji coba menuju pemanfaatan yang lebih luas dalam operasional bisnis.

Peluncuran ini dilakukan setelah Huawei Cloud mencatat implementasi layanan komputasi AI di berbagai negara Asia Pasifik. Langkah tersebut sekaligus dikaitkan dengan upaya memperkuat posisi Huawei Cloud dalam menghadirkan kemampuan AI berkinerja tinggi, aman, dan berdaulat di kawasan.

Huawei Cloud menyatakan MaaS dibangun dengan mesin akselerasi yang dikembangkan secara mandiri. Layanan ini dirancang untuk membantu perusahaan beralih dari migrasi cloud konvensional menuju pengelolaan bisnis yang didorong AI, melalui akses satu klik dan hosting model siap pakai. Dengan skema tersebut, hambatan teknis dalam adopsi AI skala besar diharapkan dapat ditekan dan fondasi inovasi digital diperkuat.

Perusahaan juga menilai pemanfaatan AI di berbagai industri kini mengalami pergeseran. AI tidak lagi sekadar diposisikan sebagai alat bantu, tetapi mulai diintegrasikan sebagai pekerja digital yang aktif dalam alur kerja perusahaan.

CEO Huawei Cloud Indonesia Leon Fang mengatakan terjadi perubahan mendasar dalam pemanfaatan AI di dunia usaha. Menurutnya, AI bergerak dari sekadar alat bantu menjadi “Pekerja Digital” yang mampu menjalankan tugas-tugas kompleks dalam ekosistem perusahaan.

“Dengan menghadirkan Model-as-a-Service (MaaS) di Indonesia, kami menyediakan fondasi berperforma tinggi yang diperlukan bagi pelaku bisnis untuk beranjak dari sekadar proyek percontohan menuju dampak bisnis yang nyata. Tujuan kami adalah menjadikan AI semudah dan seandal layanan listrik, memberdayakan industri di Indonesia untuk bekerja lebih cerdas dan berinovasi lebih cepat melalui infrastruktur cloud native yang aman,” kata Fang.

Untuk mendukung target tersebut, Huawei Cloud mengintegrasikan enam model open source dari keluarga GLM, DeepSeek, dan Qwen. Model-model itu dioptimalkan untuk dua fokus utama industri, yakni intelligent Q&A dan AI coding.

Kerangka kerja MaaS disebut dirancang untuk mengelola seluruh siklus hidup model, mulai dari penerapan, inferensi, fine-tuning, hingga evaluasi. Dengan pendekatan ini, pengembang diharapkan dapat lebih fokus menciptakan inovasi layanan tanpa terbebani pengelolaan infrastruktur.

Huawei Cloud menilai implementasi MaaS membawa hasil penting di sejumlah area, termasuk dukungan terhadap model AI mutakhir seperti GLM-5 yang disebut memiliki performa unggul untuk tugas coding serta kemampuan AI agentik untuk aplikasi kompleks di lingkungan perusahaan.

Selain itu, layanan ini juga diklaim memberikan fleksibilitas operasional melalui sumber daya komputasi yang elastis dan sistem pembayaran berbasis penggunaan. Skema tersebut dinilai memungkinkan perusahaan meningkatkan skala adopsi AI secara efisien tanpa membuat biaya membengkak.

Peluncuran MaaS melengkapi ekosistem AI Huawei yang sebelumnya mencakup CloudMatrix AI Infra, ModelArts, dan DataArts. Huawei Cloud juga menyatakan berencana menghadirkan CodeArts dan AgentArts di Asia Pasifik pada paruh kedua 2026.

Penguatan teknologi ini didukung jaringan infrastruktur cloud Huawei Cloud di Asia Pasifik yang mencakup lima region dan 18 availability zones. Infrastruktur tersebut disebut mampu menghadirkan latensi akses hingga 50 milidetik dan telah memberi dampak nyata bagi sejumlah pelaku industri.