Harga Solana (SOL) melemah pada perdagangan Senin, turun sekitar 3% saat laporan ini disusun. Penurunan tersebut melanjutkan koreksi sekitar 4% yang terjadi pada Minggu, di tengah sentimen pasar yang memburuk dan ketegangan AS-Eropa terkait Greenland. Data pasar derivatif turut mengindikasikan dominasi tekanan jual, sejalan dengan pullback yang lebih luas di pasar.
Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi beli (long) pada derivatif Solana mencapai US$59,08 juta, jauh lebih besar dibanding likuidasi posisi jual (short) sebesar US$1,38 juta. Ketimpangan ini mencerminkan bias bearish yang kuat di kalangan pedagang. Pada periode yang sama, Open Interest (OI) kontrak berjangka SOL turun sekitar 7% menjadi US$8,19 miliar, konsisten dengan terjadinya likuidasi posisi beli dan menyiratkan berkurangnya selera risiko.
Tekanan juga terlihat dari tingkat pendanaan (funding rate) yang tercatat -0,0004%, menunjukkan kecenderungan sisi jual ketika pelaku pasar membangun posisi baru.
Dari sisi institusional, ETF spot SOL di AS mencatat arus masuk sebesar US$46,88 juta pada pekan lalu. Namun, perubahan dinamika pasar disebut berpotensi memengaruhi kepercayaan institusional dan menambah tekanan jual pada Selasa. Pasar AS tutup pada Senin karena peringatan Hari Martin Luther King Jr.
Secara teknikal, SOL diperdagangkan di sekitar US$130 dan berada di bawah Exponential Moving Averages (EMA) 20-hari serta 50-hari yang berada di kisaran US$137–US$138. Posisi ini menjaga bias jangka pendek tetap mengarah turun. Jika tren penurunan berlanjut, pergerakan harga berisiko menembus pola rounding bottom yang terbentuk sejak level terendah 18 Desember di US$116.
Indikator momentum turut memperlihatkan penguatan tekanan bearish. Moving Average Convergence Divergence (MACD) pada grafik harian dilaporkan melintas di bawah garis sinyal, dengan histogram berbalik negatif. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) berada di level 45 dan melandai di bawah garis tengah, memperkuat sinyal melemahnya momentum.
Di sisi atas, area resistance awal disebut berada di zona pasokan sekitar US$148. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, ruang kenaikan berikutnya berpotensi mengarah ke EMA 200-hari di sekitar US$159.

