BERITA TERKINI
Harga Karet 22 Maret: Shanghai dan Singapura Menguat, Tokyo Melemah; Pasar Domestik Stabil

Harga Karet 22 Maret: Shanghai dan Singapura Menguat, Tokyo Melemah; Pasar Domestik Stabil

Pasar karet global menunjukkan pergerakan yang beragam pada penutupan perdagangan 22 Maret. Setelah mengalami tekanan penurunan pada paruh pertama pekan ini, bursa Shanghai dan Singapura mulai pulih seiring munculnya aksi beli kembali. Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi bursa Tokyo, terutama pada kontrak berjangka dengan tenor lebih panjang.

Pergerakan harga di pasar karet Asia sepanjang pekan berlangsung volatil. Pada periode 18–20 Maret, harga di sejumlah bursa utama tercatat turun sekitar 0,5% hingga hampir 2%. Namun menjelang akhir pekan, pasar mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan parsial.

Di Bursa Berjangka Shanghai (SHFE), pemulihan paling menonjol terjadi pada 21 Maret. Sejumlah kontrak naik sekitar 0,68% hingga 1,47%, sehingga harga berada di kisaran 16.190–16.220 CNY per ton. Permintaan domestik dari industri manufaktur ban dan otomotif di Tiongkok dinilai menjadi faktor penopang utama yang membantu pasar kembali menguat.

Sementara itu, Bursa Singapura (SGX) bergerak lebih stabil dengan kenaikan tipis sekitar 0,2% hingga 0,7%. Harga karet TSR20 berfluktuasi di kisaran 189–190 sen per kg. Sejumlah pengamat menilai pergerakan ini menunjukkan pasar karet fisik masih memiliki dukungan, meski belum cukup kuat untuk membentuk tren kenaikan yang tegas.

Berbeda arah, Bursa Komoditas Tokyo (TOCOM) menjadi yang terlemah. Kontrak berjangka jangka panjang untuk periode Mei–Juli 2026 tercatat melanjutkan penurunan sekitar 0,9% hingga hampir 2%. Harga RSS3 bergerak di kisaran 354–365 JPY per kg, lebih rendah dibandingkan awal pekan, di tengah belum adanya peningkatan permintaan konsumsi di Jepang serta tekanan dari faktor nilai tukar.

Di pasar domestik, harga pembelian lateks karet mentah dilaporkan tetap stabil di sejumlah perusahaan karet utama. Per 22 Maret, harga yang tercatat antara lain: Mang Yang Rubber untuk lateks (Tipe 1) 463 VND/TSC/kg dan lateks koagulasi campuran (Tipe 1) 459 VND/kg; Karet Phu Rieng untuk getah 440 VND/TSC/kg dan lateks campuran 400 VND/DRC/kg; Karet Binh Long untuk lateks (di pabrik) 432 VND/TSC/kg serta lateks campuran (DRC 60%) 14.000 VND/kg; dan Karet Ba Ria untuk lateks (Tipe 1) 452 VND/TSC/kg serta lateks cangkir/lateks menggumpal (DRC ≥ 50%) 18.000 VND/kg.

Dalam analisis tren dan prospek, laporan Asosiasi Negara-Negara Penghasil Karet Alam (ANRPC) menyebut pasar karet global belum menunjukkan momentum pertumbuhan yang jelas karena kombinasi faktor pendukung dan risiko. Permintaan dari industri otomotif Tiongkok menjadi salah satu titik terang, namun pelemahan di Jepang dan sikap hati-hati investor internasional masih menahan penguatan lebih lanjut.

Dari sisi pasokan, suplai dari Asia Tenggara memasuki fase stabilisasi musiman. Dalam jangka pendek, para ahli memperkirakan harga karet cenderung bergerak konsolidatif dengan fluktuasi dalam kisaran sempit, sambil menunggu arah yang lebih jelas dari perkembangan data makroekonomi di pasar konsumen utama.