Harga Bitcoin dilaporkan melonjak di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pergerakan harga tersebut terjadi saat perhatian pasar tertuju pada perkembangan situasi di Timur Tengah.
Dalam kondisi tersebut, investor disebut memborong Bitcoin pada level harga yang dianggap lebih rendah atau “diskon”. Lonjakan harga kemudian terjadi seiring meningkatnya aktivitas pembelian di pasar.
Hingga kini, dinamika harga Bitcoin masih dipengaruhi oleh sentimen pasar yang bergerak cepat mengikuti perkembangan konflik. Pelaku pasar pun mencermati risiko dan ketidakpastian yang dapat berdampak pada pergerakan aset kripto dalam jangka pendek.

