BERITA TERKINI
Eskalasi Konflik Timur Tengah dan Sikap The Fed Menekan Bursa Saham Asia

Eskalasi Konflik Timur Tengah dan Sikap The Fed Menekan Bursa Saham Asia

Bursa saham Asia melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (19/3) pagi, di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah dan prospek suku bunga Amerika Serikat. Sentimen risk-off menguat setelah serangan terhadap infrastruktur energi vital memicu lonjakan harga minyak.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 2,4% menjelang keputusan suku bunga domestik. Sementara itu, indikator saham Asia secara luas turun lebih dari 1,3% seiring investor mulai membatasi eksposur pada aset berisiko. Di Amerika Serikat, kontrak berjangka bergerak lebih rendah setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing terkoreksi 1,4% pada penutupan Rabu.

Harga minyak mentah Brent melesat menembus US$111 per barel. Lonjakan terjadi setelah serangan balasan antara Iran dan Israel menyasar fasilitas energi kritis, termasuk kerusakan pada kilang ekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia di Qatar. Perkembangan ini memicu kekhawatiran bahwa konflik yang berkepanjangan dapat mengganggu pasokan energi global.

Di pasar obligasi, surat utang AS (Treasury) mengalami aksi jual pada Rabu yang mendorong imbal hasil naik dan menguatkan dolar. Pergerakan tersebut muncul setelah Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyebut konflik Iran menambah ketidakpastian baru terhadap prospek inflasi, sehingga arah kebijakan suku bunga menjadi lebih sulit diprediksi.

Dalam rapat terbarunya, pejabat The Fed memutuskan menahan suku bunga dan tetap memproyeksikan hanya satu kali pemangkasan sepanjang tahun ini.