SENTANI – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jayapura menggelar audiensi dengan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Papua untuk membahas penguatan kolaborasi dalam memperluas akses pasar modal di Kabupaten Jayapura.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama strategis yang diarahkan pada peningkatan literasi keuangan masyarakat, perluasan akses ke pasar modal, serta pembukaan peluang pembiayaan alternatif bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
“Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kemitraan antara DPMPTSP dan BEI Papua dalam menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah Papua,” kata Gustaf, Kamis (12/3).
Dalam audiensi itu, DPMPTSP juga menyampaikan dokumen program kolaborasi yang memuat tujuh inisiatif utama yang direncanakan untuk dilaksanakan pada 2026. Tujuh program tersebut meliputi sosialisasi pasar modal kepada UMKM, aparatur sipil negara (ASN), pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum; serta pembentukan Sekolah Pasar Modal Daerah (SPMD).
Program lainnya mencakup pendampingan Klinik Go Public bagi pelaku usaha skala menengah yang ingin mempersiapkan diri menuju penawaran saham perdana atau IPO; penyelenggaraan Papua Investment Forum sebagai ajang pertemuan pelaku usaha, investor, dan pemangku kepentingan; pengembangan galeri investasi di sekolah, kampus, dan distrik; kampanye investasi aman melalui berbagai media; serta penyediaan pojok investasi di titik-titik layanan publik.
Gustaf berharap kerja sama tersebut dapat memperkuat partisipasi masyarakat di pasar modal, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta menghadirkan alternatif pembiayaan yang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kolaborasi DPMPTSP Kabupaten Jayapura dan BEI Papua itu juga diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat, membuka akses pendanaan formal bagi UMKM, mencetak investor lokal yang kompeten, serta memperkuat iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Jayapura. Kedua pihak berencana menindaklanjuti hasil audiensi melalui penyusunan timeline pelaksanaan program dan pembentukan tim teknis kolaborasi.