China dilaporkan membatasi pelaksanaan penawaran umum perdana saham (IPO) bagi perusahaan berstatus red chip di Hong Kong. Dalam kebijakan tersebut, perusahaan-perusahaan terkait juga diminta untuk memindahkan domisili.
Informasi ini muncul di tengah perhatian pelaku pasar terhadap pergerakan bursa di kawasan Asia, termasuk Hang Seng Hong Kong.