Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi momen yang dinanti banyak perantau untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Namun, di tengah meningkatnya biaya perjalanan dan kebutuhan Lebaran, pengaturan anggaran mudik perlu dilakukan agar perjalanan tetap nyaman tanpa membebani kondisi keuangan.
Perencanaan biaya sejak awal menjadi langkah utama. Perantau disarankan menghitung secara cermat kebutuhan, mulai dari biaya transportasi, akomodasi perjalanan, hingga pengeluaran selama berada di kampung halaman. Dengan membuat daftar pengeluaran, biaya dapat lebih mudah dikontrol agar tidak melampaui anggaran yang telah disiapkan.
Selain itu, pemesanan tiket lebih awal dapat membantu menekan biaya. Pemesanan lebih cepat umumnya memberikan harga yang lebih terjangkau serta pilihan jadwal perjalanan yang lebih beragam. Membawa bekal dari rumah juga dapat menjadi cara untuk mengurangi pengeluaran selama perjalanan mudik.
Seorang perantau di Lhokseumawe yang akan mudik ke Palembang, Hania Saputri, mengatakan ia selalu menyiapkan anggaran mudik jauh-jauh hari. Guru di salah satu sekolah di Lhokseumawe itu menilai perencanaan keuangan membantu perjalanan mudik tetap hemat dan terkontrol.
“Biasanya saya sudah mulai menabung khusus untuk mudik sejak beberapa bulan sebelum Ramadan. Jadi saat waktunya pulang ke Palembang, biaya tiket, oleh-oleh, dan kebutuhan lain sudah ada dan tidak terlalu terasa berat,” ujar Hania.
Menurutnya, menyusun prioritas pengeluaran juga penting agar anggaran tidak membengkak. Ia memilih membeli oleh-oleh secukupnya dan menyesuaikannya dengan kemampuan keuangan. Dengan perencanaan yang baik, tradisi mudik dapat tetap dinikmati dengan tenang sekaligus menjaga kondisi keuangan setelah Lebaran.