BERITA TERKINI
Bursa Eropa Melemah, Investor Menanti Keputusan The Fed di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Bursa Eropa Melemah, Investor Menanti Keputusan The Fed di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Saham-saham Eropa ditutup melemah pada Rabu, 18 Maret 2026, seiring investor menyoroti dampak pasar dari perang Iran dan bersiap menanti keputusan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed). Kenaikan harga minyak dan ketegangan global ikut membebani sentimen.

Indeks pan-Eropa Stoxx 600 berakhir turun 0,7% setelah sempat menguat pada awal sesi. Sebagian besar sektor dan seluruh bursa utama ditutup di zona negatif.

Di tingkat negara, indeks CAC 40 Prancis turun 0,06% ke 7.969,88. FTSE MIB Italia melemah 0,33% ke 44.741,34, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,94% ke 10.305,29. DAX Jerman merosot 0,96% ke 23.502,25. Di sisi lain, IBEX 35 Spanyol menjadi pengecualian dengan naik 0,29% ke 17.299,10. Stoxx Europe 600 tercatat di 597,93 atau turun 0,75%.

Dari sisi korporasi, saham Diploma—distributor pengikat teknis untuk sektor kedirgantaraan, ilmu hayati, dan otomotif—melonjak 17,8% ke level tertinggi dalam 52 pekan. Kenaikan terjadi setelah perusahaan anggota FTSE 100 itu menaikkan proyeksi kinerja setahun penuh, termasuk perkiraan pertumbuhan pendapatan organik menjadi 9% dari sebelumnya 6%. Konsensus analis memperkirakan laba operasional naik 13%.

Saham Softcat, perusahaan teknologi informasi di indeks FTSE 250, juga menguat 9,2% setelah melaporkan kinerja semester pertama yang disebut “luar biasa” dan meningkatkan panduan setahun penuh. Softcat kini memperkirakan pertumbuhan satu digit tinggi pada laba operasional yang disesuaikan, dari proyeksi sebelumnya di kisaran satu digit rendah. Laba operasional yang disesuaikan dalam enam bulan hingga 31 Januari naik 27,3% secara tahunan, yang menurut perusahaan didorong oleh “eksekusi yang sukses dan kemajuan strategis.”

Di pasar energi, harga minyak naik tajam. Minyak Brent terakhir tercatat naik 4,8% ke USD108,41 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS berada di USD97,97, naik 1,8%.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pekan ini mengkritik sekutu NATO yang menolak membantu upaya melindungi kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz. Namun, ia juga menyampaikan melalui unggahan di Truth Social pada Selasa bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan bantuan.

Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga The Fed yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu. Pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Investor juga mencermati panduan Ketua The Fed Jerome Powell terkait potensi pengaruh kenaikan harga minyak terhadap arah kebijakan moneter ke depan.

Dari data ekonomi, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan Indeks Harga Produsen (PPI) yang mencerminkan inflasi grosir meningkat secara tak terduga pada Februari. PPI naik 0,7% secara bulanan, melampaui perkiraan kenaikan 0,3%.

Pergerakan imbal hasil obligasi juga menjadi perhatian. Imbal hasil obligasi pemerintah Inggris tenor dua tahun naik 6 basis poin menjadi 4,113%, sementara imbal hasil tenor 10 tahun naik 4 basis poin ke 4,735%. Imbal hasil obligasi Jerman tenor dua tahun turut naik pada awal sesi setelah rilis data PPI.

Di Eropa, investor menanti data inflasi Uni Eropa yang akan dirilis pada sesi tersebut. Data ini hadir menjelang keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa, Bank of England, Riksbank, dan Bank Nasional Swiss yang dijadwalkan pada Kamis.