BERITA TERKINI
Bursa Asia-Pasifik Bergerak Beragam, Tertekan Gejolak Wall Street dan Lonjakan Harga Energi

Bursa Asia-Pasifik Bergerak Beragam, Tertekan Gejolak Wall Street dan Lonjakan Harga Energi

Mayoritas bursa saham Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Jumat, mengikuti sesi yang bergejolak di Wall Street Amerika Serikat (AS). Tekanan terjadi seiring aksi jual investor pada sejumlah aset, mulai dari obligasi pemerintah hingga saham dan logam, di tengah gejolak perang Iran.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun 0,27% pada perdagangan awal. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.312, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di 25.500,58.

Berbeda dari mayoritas pasar di kawasan, Korea Selatan mencatat penguatan. Indeks Kospi yang berisi saham-saham unggulan naik hampir 1%, sedangkan Kosdaq yang berisi saham berkapitalisasi kecil menguat 0,94%.

Adapun pasar saham Jepang tutup karena libur nasional.

Ketegangan geopolitik turut menjadi sorotan setelah Teheran menyerang pabrik gas terbesar di dunia yang berada di Qatar, sebagai balasan atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars. CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, menyatakan serangan Iran telah menghilangkan 17% kapasitas ekspor LNG negara itu selama tiga hingga lima tahun.

Serangan balasan terhadap infrastruktur minyak dan gas utama di Timur Tengah mendorong lonjakan harga energi. Harga gas alam AS terakhir tercatat naik 1,5% menjadi USD 3,112 per juta British thermal units. Harga bensin Nymex RBOB bulan depan untuk pengiriman April naik hampir 1% menjadi USD 3,13 dan menyentuh level tertinggi dalam hampir empat tahun.

Di pasar minyak, patokan global Brent naik 1,18% dan ditutup pada USD 108,65 per barel pada Kamis, setelah sempat melampaui USD 119 pada awal sesi. Sementara minyak mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 0,19% menjadi USD 96,14.

Dampak perang regional terhadap pasar juga merambah logam mulia. Harga emas dan perak sempat turun masing-masing sekitar 5% dan 10% sebelum akhirnya pulih.

Di tengah meningkatnya kekhawatiran, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan mengerahkan pasukan darat. Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel akan menahan diri untuk tidak mengulangi serangan terhadap fasilitas energi Iran.

Negara-negara sekutu AS, termasuk Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, dan Jepang, juga mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi pada upaya yang tepat guna memastikan perjalanan yang aman melalui Selat Hormuz.

Di AS, kontrak berjangka yang terkait dengan indeks 30 saham naik 111 poin atau 0,2%. Indeks berjangka S&P 500 naik sekitar 0,3% dan Nasdaq-100 bertambah 0,2%, setelah Wall Street jatuh pada sesi sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis, Dow Jones Industrial Average turun 0,44% menjadi 46.021,43. S&P 500 melemah 0,27% dan ditutup di 6.606,49, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,28% menjadi 22.090,69.

Pelaku pasar juga mencermati kebijakan moneter AS setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah pada awal pekan ini. Ketua The Fed Jerome Power memperingatkan bahwa prospek ekonomi tetap tidak pasti karena permusuhan yang berlanjut di Timur Tengah.