Bursa saham Asia Pasifik dibuka melemah pada Kamis, mengikuti penurunan tajam di Wall Street yang mendorong indeks Dow Jones mencatat penutupan terendah tahun ini. Pelemahan terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap arah inflasi Amerika Serikat serta meningkatnya ketegangan konflik Iran yang memicu lonjakan harga energi.
Sentimen negatif menguat setelah bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), memutuskan menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75%. Ketua The Fed Jerome Powell juga meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga dengan menegaskan inflasi belum turun sesuai harapan.
Tekanan tambahan datang dari data inflasi tingkat produsen (PPI) AS yang naik 0,7% pada Februari, jauh di atas perkiraan ekonom sebesar 0,3%. Kenaikan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan harga masih bertahan, sehingga berpotensi memperpanjang periode kebijakan moneter ketat.
Di sisi lain, pasar juga mencermati dampak konflik Iran terhadap sektor energi global. Harga minyak Brent melonjak 3,83% menjadi USD 107,38 per barel, sementara minyak AS (WTI) bertahan tinggi dengan penutupan di USD 96,32 per barel. Lonjakan harga energi ini menambah kekhawatiran inflasi global dan menekan selera risiko investor di pasar saham.
Meski demikian, The Fed masih memproyeksikan adanya pemangkasan suku bunga pada 2026 dan 2027, meski waktu pelaksanaannya belum jelas.
Di Asia, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada keputusan suku bunga Bank of Japan (BOJ), yang diperkirakan tetap berada di level 0,75%.
Mayoritas indeks saham di kawasan bergerak di zona merah. Indeks Kospi Korea Selatan turun 2,56% dan menjadi pelemah terbesar, sementara indeks Kosdaq melemah 1,73%. Saham teknologi ikut tertekan, dengan Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun lebih dari 3%.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 2,47% dan Topix turun 1,82%. Pasar Australia juga terkoreksi, dengan indeks S&P/ASX 200 dibuka turun 1,5%. Sementara itu, kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di level 25.479, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.025,42.
Sebelumnya di Wall Street, indeks Dow Jones turun 1,63% ke 46.225,15 dan berada di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Indeks S&P 500 melemah 1,36%, sedangkan Nasdaq Composite turun 1,46%.