BERITA TERKINI
Bursa Asia Diperkirakan Menguat, Investor Coba Abaikan Tensi Geopolitik

Bursa Asia Diperkirakan Menguat, Investor Coba Abaikan Tensi Geopolitik

Bursa saham di Asia diperkirakan dibuka menguat pada perdagangan Rabu (18/3), mengikuti penguatan tipis saham dan obligasi Amerika Serikat (AS). Pergerakan ini mengindikasikan investor mulai mencoba mengabaikan ketidakpastian geopolitik dalam jangka pendek.

Kontrak berjangka indeks saham menunjukkan kenaikan tipis untuk tolok ukur di Australia dan Hong Kong. Sementara itu, bursa Jepang diprediksi melonjak lebih dari 1%.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun turun dua basis poin ke kisaran 4,2%. Penurunan ini dinilai mencerminkan meredanya kekhawatiran inflasi, meskipun harga minyak mentah Brent masih bertahan di level tinggi sekitar US$103 per barel.

Pada penutupan perdagangan Selasa, indeks S&P 500 naik 0,3% dan Nasdaq 100 menguat 0,5%, menandai kenaikan dua hari berturut-turut. Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme yang tetap berhati-hati di tengah konflik yang berkecamuk di Timur Tengah.

Fawad Razaqzada dari Forex.com menilai ada kesan kuat pasar berupaya melihat melampaui ketegangan yang terjadi saat ini. Namun, ia mengingatkan risiko tetap ada apabila konflik berlangsung lebih lama dan mulai kembali menekan pasar saham.