BERITA TERKINI
Boy Thohir Siapkan Buyback Saham ADRO Rp4 Triliun, Tekankan Optimisme pada Prospek Jangka Panjang

Boy Thohir Siapkan Buyback Saham ADRO Rp4 Triliun, Tekankan Optimisme pada Prospek Jangka Panjang

Pengusaha nasional Garibaldi “Boy” Thohir menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan pasar modal Indonesia melalui rencana pembelian kembali (buyback) saham ADRO oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan terhadap perekonomian nasional sekaligus mendorong peran investor domestik di bursa.

Boy Thohir menyampaikan, rencana buyback tersebut mencerminkan keyakinannya terhadap fundamental perusahaan yang dinilai tetap kuat di tengah berbagai tantangan ekonomi global. “Saya percaya bahwa ADRO serta pasar modal Indonesia memiliki prospek jangka panjang yang sangat baik,” ujarnya usai memberikan santunan kepada anak yatim di Masjid At Thohir, Depok, Jawa Barat, Senin (16/3).

Ia menilai kinerja perusahaan selama ini menunjukkan dasar bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Menurutnya, buyback dilakukan karena keyakinan terhadap kondisi fundamental tersebut. “Kenapa kita buyback? Karena kita yakin bahwa fundamentalnya bagus. Dan kita bisa lihat itu,” kata Boy.

Dalam pandangannya, dinamika global yang tidak menentu justru menegaskan pentingnya kekuatan sumber daya yang dimiliki Indonesia. Ia menyinggung bahwa konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok dunia kerap berdampak pada lonjakan harga komoditas energi.

Boy menilai Indonesia berada pada posisi strategis karena ditopang kekayaan sumber daya energi yang beragam, mulai dari batu bara hingga energi terbarukan. “Kita bersyukur Indonesia punya batubara, geothermal, hydro, juga solar. Nah itulah yang menunjukkan kenapa negara kita memiliki comparative advantage yang negara lain tidak punya,” ujarnya.

Ia menambahkan, keunggulan tersebut menjadi nilai lebih yang membuat Indonesia memiliki daya saing dibandingkan negara lain di kawasan. Untuk merealisasikan rencana buyback, perusahaan telah menyiapkan dana sekitar Rp4 triliun yang berasal dari kas internal.