Bank Sultra membukukan laba bersih sebesar Rp419 miliar sepanjang tahun buku 2025. Capaian ini dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar di Kendari dan dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka bersama para kepala daerah pada Jumat, 13 Maret 2026.
Dalam paparan kinerja tersebut, total aset Bank Sultra tercatat mencapai Rp14,8 triliun. Angka ini meningkat 5,03 persen dibandingkan capaian pada 2024.
Dari sisi penghimpunan dana, dana masyarakat yang berhasil dikumpulkan tercatat tumbuh 1,85 persen dengan total mencapai Rp10,3 triliun pada akhir periode tahun buku 2025.
Sementara pada penyaluran kredit, Bank Sultra menyalurkan pembiayaan sebesar Rp9,5 triliun untuk mendukung aktivitas ekonomi warga dan pelaku usaha di Sulawesi Tenggara.
Para pemegang saham dalam RUPS menyepakati pembagian dividen sebesar 75 persen dari total laba, senilai Rp314 miliar. Dividen tersebut disebut sebagai kontribusi bagi pendapatan daerah.
Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menilai perkembangan bank daerah tersebut menunjukkan tren yang baik karena hampir seluruh indikator utama mengalami peningkatan. “Penilaian dari seluruh pemegang saham positif, artinya semua indikator mengalami peningkatan,” ujar Andi Sumangerukka di Tower Bank Sultra.
Direktur Utama Bank Sultra Abdul Latif menyampaikan bahwa capaian kinerja ini mencerminkan komitmen bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Bumi Anoa. Ia menambahkan, peningkatan penyaluran kredit secara konsisten dinilai menunjukkan peran bank daerah sebagai penggerak perekonomian masyarakat Sulawesi Tenggara.
Kontribusi dividen dari kinerja tahun 2025 juga diharapkan dapat memperkuat struktur fiskal daerah, termasuk untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan publik.