BERITA TERKINI
Tren Penjualan Rumah Tua Seharga 1 Euro di Italia untuk Mengatasi Depopulasi Meningkat

Tren Penjualan Rumah Tua Seharga 1 Euro di Italia untuk Mengatasi Depopulasi Meningkat

Beberapa kota dan desa di Italia tengah menghadapi masalah depopulasi yang sudah berlangsung sejak tahun 1940-an. Fenomena ini membuat banyak wilayah kehilangan penduduk, terutama karena kemiskinan, pencarian tempat tinggal yang lebih baik, atau dampak bencana. Akibatnya, sejumlah daerah tersebut kini didominasi oleh warga berusia lanjut, sehingga kekhawatiran akan hilangnya keberadaan kota dan desa tersebut semakin meningkat.

Untuk mengatasi hal ini, beberapa pemerintah daerah di Italia mulai menerapkan strategi penjualan rumah-rumah tua dengan harga sangat murah, bahkan ada yang menawarkan rumah seharga 1 euro. Selain itu, mereka juga memberikan berbagai insentif, termasuk tunjangan bagi pasangan yang ingin memiliki bayi maupun potongan pajak bagi pendatang baru yang bermukim dan berkeluarga di sana.

Inisiatif Kota dan Desa dalam Menarik Penduduk Baru

  • Sambuca, Sisilia: Menawarkan rumah dengan harga hanya 1 euro, namun pembeli harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.
  • Locana, Piedmont: Wali kota Alberto Preioni menjual mansion dengan harga rendah dan memberikan tunjangan serta keringanan pajak kepada pasangan yang berniat berkeluarga. Kota ini merupakan hasil penggabungan dua desa yang hilang dan didirikan kembali pada 2016.
  • Candela, Puglia: Berhasil meningkatkan populasi dengan menawarkan uang tunai sekitar 2.000 euro dan potongan pajak kepada pendatang baru yang bersedia menetap di kota tersebut.
  • Ollolai, Pulau Sardinia: Menjual beberapa lusin rumah seharga 1 euro dan berhasil menarik penduduk baru, terutama profesional muda yang bekerja secara remote dan pensiunan dari berbagai negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Brasil, dan Australia.

Berbagai Tantangan dan Kegagalan

Meski beberapa kota dan desa berhasil menghidupkan kembali populasi mereka, tidak semua inisiatif berjalan mulus. Kota Bormida, misalnya, dianggap hanya melakukan promosi semata tanpa hasil nyata dalam meningkatkan jumlah penduduk. Selain itu, di Montiri, Tuscany, rumah-rumah yang ditawarkan dengan harga 1 euro ternyata dijual kembali dengan harga mulai dari 20.000 euro.

Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah birokrasi dalam kepemilikan properti di Italia. Wali Kota Carrega Ligure, Guido Gozzano, menjelaskan bahwa sulit untuk melacak pemilik asli rumah-rumah tua, karena banyak pemilik telah bermigrasi sejak puluhan tahun lalu. Selain itu, masih ada banyak sengketa antar anggota keluarga terkait hak kepemilikan rumah-rumah tersebut.

Upaya-upaya tersebut menunjukkan adanya berbagai pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah di Italia untuk mengatasi depopulasi, baik dengan memberikan insentif finansial maupun kemudahan memperoleh rumah. Namun, efektivitasnya masih bervariasi tergantung pada kondisi lokal dan pengelolaan program.