RSUD Grati, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) milik Pemerintah Kabupaten Pasuruan, mencatat perkembangan layanan yang dinilai konsisten dalam delapan tahun perjalanannya. Rumah sakit ini menyebut inovasi dan akselerasi layanan kesehatan sebagai faktor utama yang mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat.
Sepanjang 2025, RSUD Grati melaporkan dukungan 19 layanan spesialistik dan menghadirkan 18 inovasi layanan. Penguatan kapasitas juga dilakukan melalui penambahan ruang rawat inap serta ruang operasi.
Dari sisi kelembagaan, RSUD Grati resmi naik kelas menjadi rumah sakit tipe C dan meraih Akreditasi Paripurna. Pencapaian tersebut disebut didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pasuruan.
Rumah sakit ini juga mengembangkan pemanfaatan teknologi medis modern untuk menunjang ketepatan diagnosis, keselamatan pasien, dan efisiensi pelayanan. Sejumlah perangkat yang dikembangkan antara lain ABUS (Automated Breast Ultrasound System) untuk skrining payudara, USG 4 dimensi (4D) untuk pemantauan kehamilan, serta CT Scan guna mendukung penanganan kegawatdaruratan dan penyakit kompleks.
Di sektor bedah, RSUD Grati mengembangkan Modern Operating Theatre (MOT) sebagai kamar operasi modern yang dirancang mengikuti standar keselamatan pasien. Penguatan layanan radiologi turut dilakukan melalui penerapan PACS (Picture Archiving and Communication System), sistem digital untuk penyimpanan dan distribusi hasil radiologi secara terintegrasi sehingga dokter dapat mengakses hasil pemeriksaan lebih cepat tanpa bergantung pada film konvensional.
Direktur RSUD Grati, drg Dyah Retno Lestari, mengatakan penguatan tersebut merupakan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, aman, dan bermutu. “Teknologi bukan sekadar alat, tetapi bagian dari upaya meningkatkan ketepatan diagnosis, efektivitas tindakan, dan pengalaman pelayanan pasien,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).
Menurut Retno, penguatan manajemen rumah sakit, tata kelola organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi arah kebijakan utama. Ia juga mendorong terciptanya lingkungan kerja yang terbuka, kolaboratif, dan adaptif terhadap perubahan. “Inovasi kami lahir dari kebutuhan nyata masyarakat. Ini bukan tujuan akhir, tetapi proses berkelanjutan untuk meningkatkan mutu dan kenyamanan pelayanan,” katanya.
Selain penguatan layanan, RSUD Grati juga mencatat capaian penghargaan, yakni TOP BUMD Bintang 5 serta masuk Top 45 Kovablik Jawa Timur. Rumah sakit menilai penghargaan tersebut mempertegas posisinya sebagai institusi pelayanan publik yang adaptif dan berdaya saing.

