Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menjadikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sebagai lokasi penguatan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat pesisir.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan penguatan literasi keuangan diperlukan agar nelayan tidak hanya berfokus pada hasil tangkapan, tetapi juga mampu mengelola pendapatan secara lebih terencana. Ia menyebut OJK mendorong nelayan untuk dapat merencanakan, mengelola, dan memanfaatkan pendapatan dengan baik.
Melalui program tersebut, OJK juga mendorong peningkatan akses dan pemahaman nelayan terhadap layanan keuangan formal yang legal. Agus menilai pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal secara tepat dapat membantu nelayan mengembangkan usaha sekaligus menjaga stabilitas ekonomi keluarga. Dengan perencanaan keuangan yang bijak, kesejahteraan keluarga nelayan dinilai dapat meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurut Agus, kegiatan literasi keuangan di KNMP Gebang Mekar telah dilaksanakan pada awal Maret 2026. Kawasan tersebut disebut sebagai wilayah perikanan yang berbasis pada potensi lokal.
Ia menambahkan Desa Gebang Mekar termasuk dalam program KNMP yang ditetapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Program itu diarahkan untuk memperkuat kawasan perikanan sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. OJK menilai desa tersebut memiliki peran strategis dalam perekonomian pesisir Kabupaten Cirebon karena jumlah rumah tangga nelayan aktif yang cukup besar serta dominasi aktivitas perikanan tangkap.
Selain penguatan literasi, OJK turut mendorong pengembangan Gebang Mekar sebagai Desa Ekosistem Keuangan Inklusi (EKI) agar masyarakat memiliki akses terhadap layanan keuangan formal. Pengembangan EKI, kata Agus, dilakukan melalui pemetaan tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta identifikasi kebutuhan pembiayaan produktif. Pendekatan ini juga diperkuat melalui kolaborasi pemerintah desa, lembaga jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman menyatakan penguatan kapasitas finansial nelayan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah daerah mendata jumlah nelayan di Kabupaten Cirebon mencapai 17.900 orang, dengan produksi perikanan sekitar 44 ribu ton pada 2024. Ia menyebut penguatan literasi keuangan sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

