Literasi finansial merupakan kemampuan untuk memahami, mengelola, dan mengambil keputusan yang tepat terkait keuangan. Kemampuan ini mencakup pengetahuan, keterampilan, serta sikap dalam mengatur uang agar dapat mencapai kesejahteraan finansial. Secara sederhana, literasi finansial berarti cerdas mengelola uang.
Ketua LPLPP Yayasan Ilham Hasibuan Jambi Bidang Pemberdayaan Perempuan Forum Puspa Kota Jambi, Wilia Wardayanti, menjelaskan bahwa ruang lingkup literasi finansial mencakup sejumlah aspek penting. Di antaranya kemampuan membagi penghasilan secara bijak, membuat rencana pengeluaran, menyiapkan dana untuk masa depan, memahami risiko serta kewajiban pinjaman, hingga perlindungan keuangan.
Menurutnya, perlindungan keuangan dapat berupa asuransi dan dana darurat. Ia menilai literasi finansial penting agar seseorang tidak terjebak utang, tidak boros, dan kondisi keuangan tetap terkontrol.
Wilia juga menyoroti bahwa pengelolaan pengeluaran yang tidak disiplin, tidak memiliki tabungan atau dana darurat, serta salah memilih produk keuangan dapat menjadi masalah. Dengan literasi finansial yang baik, seseorang dinilai lebih mampu membangun aset dan mengatur keuangan secara disiplin.
Selain itu, penyusunan tujuan keuangan disebut dapat membuat seseorang lebih siap menghadapi situasi darurat. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya memahami literasi finansial agar lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait keuangan.
Secara umum, pengaturan literasi finansial melibatkan pemahaman dan praktik pengelolaan uang yang bijak, mulai dari membuat anggaran, menabung, hingga berinvestasi. Langkah yang dapat dilakukan antara lain membedakan kebutuhan dan keinginan, menerapkan metode anggaran, membangun dana darurat, serta terus memperbarui pengetahuan keuangan melalui sumber terpercaya.

