Apresiasi dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan investor global yang menilai Indonesia sebagai salah satu titik terang ekonomi dunia dinilai menjadi sinyal positif di tengah ketidakpastian global.
Menanggapi penilaian tersebut, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengatakan apresiasi itu mencerminkan keberhasilan pemerintah menjaga stabilitas. Menurutnya, stabilitas tersebut ditopang oleh kredibilitas kebijakan, disiplin fiskal, serta sinergi yang kuat antara kebijakan moneter dan fiskal.
Meski demikian, Fakhrul mengingatkan capaian ini tidak seharusnya membuat pemerintah berpuas diri. Stabilitas yang telah terjaga, kata dia, justru perlu dijadikan pijakan untuk langkah yang lebih strategis ke depan, terutama dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Fakhrul menekankan bahwa stabilitas bukanlah tujuan akhir. “Stabilitas adalah titik awal, bukan titik akhir. Tantangan berikutnya adalah bagaimana kita mengubah stabilitas itu menjadi kekuatan—kekuatan untuk membiayai pertumbuhan, memperluas ruang kebijakan, dan memperkuat kedaulatan ekonomi kita di dunia yang tidak lagi sederhana,” ujarnya, Jumat (17/4).