BERITA TERKINI
IHSG Menguat Seiring Reli Bursa Asia dan Global, Sentimen Eksternal Jadi Penopang

IHSG Menguat Seiring Reli Bursa Asia dan Global, Sentimen Eksternal Jadi Penopang

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada Rabu (25/2) seiring reli mayoritas bursa Asia dan global. Penguatan ini mencerminkan membaiknya sentimen pasar terhadap prospek ekonomi serta arah kebijakan moneter, sekaligus menegaskan kuatnya pengaruh faktor eksternal terhadap pergerakan pasar saham domestik.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 41,40 poin atau 0,50 persen ke posisi 8.322,23. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan menguat 5,44 poin atau 0,65 persen ke level 843,07.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebut penguatan dipengaruhi sentimen positif dari luar negeri, termasuk rebound Wall Street pada Selasa (24/2) dan penguatan mayoritas indeks saham di Asia pada Rabu (25/2).

Menurutnya, pergerakan IHSG masih sangat dipengaruhi arus sentimen eksternal, terutama ketika investor merespons data ekonomi global dan stabilitas pasar keuangan utama. Secara sektoral, kenaikan indeks umumnya ditopang saham-saham berkapitalisasi besar yang sensitif terhadap aliran dana asing.

Dari Amerika Serikat, pasar juga mencermati sejumlah poin dari pidato kenegaraan Presiden Donald Trump. Di antaranya, Trump menyerukan pembentukan program pensiun yang didukung pemerintah serta kembali mendorong Kongres untuk mengesahkan undang-undang yang melarang investor institusi besar membeli rumah-rumah keluarga tunggal. Trump juga menyatakan keberhasilan dalam mendorong ekonomi dan memerangi inflasi, dengan fokus pidato sebagian besar pada kebijakan dalam negeri.

Pelaku pasar turut menantikan rilis data Initial Jobless Claims AS untuk pekan lalu, yang diperkirakan naik menjadi 210.000 dari sebelumnya 206.000. Dari Eropa, perhatian tertuju pada data Economic Sentiment Euro Area Februari 2026 yang diperkirakan sedikit meningkat ke level 99,5 dari 99,4.

Dalam perdagangan hari itu, IHSG dibuka menguat dan bertahan di zona hijau hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, indeks tetap berada di teritori positif hingga akhir perdagangan.

Penguatan IHSG kali ini dinilai bukan semata refleksi faktor domestik, melainkan bagian dari konsolidasi pasar regional yang bergerak serempak. Ke depan, keberlanjutan tren positif disebut akan sangat bergantung pada stabilitas eksternal serta katalis domestik yang mampu menjaga optimisme pelaku pasar, di tengah volatilitas global yang belum sepenuhnya mereda.