BERITA TERKINI
Emas Digital Jadi Alternatif Tabungan, Perluas Akses Keuangan hingga Pedesaan

Emas Digital Jadi Alternatif Tabungan, Perluas Akses Keuangan hingga Pedesaan

Keterbatasan akses layanan keuangan masih menjadi persoalan bagi masyarakat pedesaan, termasuk dalam hal menyimpan nilai melalui emas. Selama ini, transaksi emas fisik banyak mengandalkan pembelian dan penjualan langsung di toko emas konvensional, yang membuat sebagian warga harus datang ke kota.

Dalam praktiknya, kebutuhan bepergian tersebut menambah ongkos transportasi dan waktu. Di sisi lain, likuiditas emas di wilayah belum selalu memadai. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat kesulitan menjaga nilai simpanan jangka panjang di tengah tekanan inflasi yang perlahan menggerus daya beli uang tunai, meski emas dikenal sebagai aset lindung nilai.

Ketergantungan pada transaksi tatap muka, keterikatan pada toko tertentu, serta minimnya transparansi harga juga dinilai membuat emas belum sepenuhnya inklusif, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil.

Perkembangan teknologi di sektor keuangan kemudian menghadirkan alternatif melalui layanan emas dan perak digital. Melalui aplikasi, masyarakat dapat menabung logam mulia dari nominal kecil tanpa harus bepergian ke kota. Nilai tabungan dikonversi menjadi emas atau perak dan mengikuti pergerakan harga pasar, sehingga simpanan dapat berfungsi sebagai pelindung nilai terhadap inflasi sekaligus lebih fleksibel digunakan.

Sejumlah pihak lintas sektor turut mengembangkan layanan ini. Bank Syariah Indonesia (BSI) menghadirkan layanan emas digital berbasis prinsip syariah. Pegadaian memperluas akses layanan emas melalui digitalisasi, sementara BRI melalui aplikasi BRImo memperkuat distribusi layanan keuangan hingga ke pelosok.

Di tingkat komunitas, koperasi dinilai memiliki posisi strategis sebagai penghubung langsung dengan masyarakat pedesaan dan sektor informal. Melalui koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, literasi dan pemanfaatan emas digital dapat diperluas secara kolektif.

Sektor swasta juga meramaikan ekosistem lewat perusahaan teknologi finansial berbasis syariah yang menawarkan tabungan emas dan perak digital dengan skema fleksibel. Direktur ShariaCoin (PT Syariah Koin Indonesia), Adji Waluyo, menyebut emas digital memungkinkan masyarakat menjaga nilai harta tanpa terhambat jarak. “Emas digital memungkinkan masyarakat di mana pun berada untuk menjaga nilai hartanya tanpa terhambat jarak. Ini merupakan bentuk inklusi keuangan yang nyata, bukan sekadar konsep,” ujar Adji dalam rilisnya, Sabtu (24/1/2026).

Menurut Adji, daya tarik utama emas dan perak digital terletak pada kemudahan likuiditas serta transparansi harga. Ia mengatakan proses jual beli dilakukan secara sistematis dengan harga yang dapat dipantau secara berkala, sehingga masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada satu toko emas lokal ketika membutuhkan dana cepat untuk keperluan pendidikan, kesehatan, maupun pengembangan usaha kecil.

Selain emas, perak digital juga dinilai berpotensi menjadi instrumen tabungan bagi masyarakat berpenghasilan harian karena harganya lebih terjangkau dan dianggap cocok untuk membangun kebiasaan menabung jangka panjang.

Ke depan, emas digital disebut berpeluang dikembangkan sebagai bagian dari perencanaan keuangan nasional, termasuk untuk tabungan pendidikan dan dana pensiun berbasis emas. Adji menekankan pentingnya sinergi para pemangku kepentingan serta dukungan pemerintah dan regulator agar emas maupun perak dapat menjadi salah satu pilar dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari kota hingga pelosok.