BERITA TERKINI
Buku Perdana Ferry Irwandi Tawarkan Cara Ringan Memahami Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari

Buku Perdana Ferry Irwandi Tawarkan Cara Ringan Memahami Ekonomi dalam Kehidupan Sehari-hari

Literasi finansial kian dipandang sebagai bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan pembaca muda yang akrab dengan beragam instrumen keuangan. Di tengah tren tersebut, konten kreator sekaligus Co-founder Malaka Project, Ferry Irwandi, merilis buku perdana berjudul Prinsipil Ekonomi yang menawarkan pendekatan lebih ringan untuk memahami konsep dasar ekonomi.

Buku yang terbit pada pertengahan Februari itu memosisikan ekonomi sebagai ilmu tentang pilihan yang hadir dalam keseharian, mulai dari mengatur waktu, merencanakan karier, hingga menentukan prioritas pengeluaran. Ferry menekankan bahwa ekonomi tidak hanya berkaitan dengan isu makro seperti tarif impor atau IHSG, tetapi juga keputusan sehari-hari, termasuk cara memilih pakaian, strategi mengatur waktu, perencanaan karier, hingga keputusan pertemanan.

Melalui pendekatan populer, konsep-konsep dasar ekonomi dalam buku tersebut disajikan dengan bahasa yang lebih sederhana dan kontekstual. Ferry menyebut buku ini ditulis sebagai jembatan bagi siapa pun yang ingin mempelajari ekonomi secara masuk akal, relevan, dan aplikatif tanpa harus memiliki latar belakang pendidikan khusus di bidang ekonomi.

Minat pembaca terhadap buku bertema ekonomi turut tercermin dari respons pasar. Dalam kurun kurang dari dua bulan sejak masa pra-pemesanan dibuka pada Desember 2025 hingga pertengahan Februari 2026, Prinsipil Ekonomi disebut telah terjual sekitar 20.000 eksemplar dan masuk kategori buku terlaris nasional.

Di tengah maraknya instrumen keuangan digital dan meningkatnya risiko penipuan investasi ilegal, literasi dasar dinilai semakin relevan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian akibat penipuan investasi dalam periode 2017–2023 mencapai Rp139 triliun.

Head of Economic & ESG Strategic Positioning di Danantara Investment Management, Masyita Crystallin, menilai penyajian materi ekonomi yang lebih sederhana dan dekat dengan pengalaman sehari-hari dapat membantu pembaca menangkap konsep yang selama ini kerap dianggap rumit. Ia mengatakan buku karya Ferry mampu menangkap esensi ekonomi yang biasanya tidak mudah dipahami, serta disampaikan dengan bahasa dan contoh yang relevan dalam keseharian.

Sementara itu, kreator konten Deddy Corbuzier menyoroti kebiasaan membaca buku yang dinilainya dapat melatih rentang perhatian (attention span)—sesuatu yang disebutnya semakin langka dan berharga dalam kehidupan modern. Ia juga mengapresiasi inisiatif Malaka Books yang dinilai mendorong generasi muda untuk tetap membaca dan menekankan pentingnya melestarikan budaya tersebut.