BERITA TERKINI
AAJI Gandeng Kick Andy Goes to Campus Gelar Literasi Keuangan di BINUS, Salurkan Bantuan Pascabencana untuk Sumatra

AAJI Gandeng Kick Andy Goes to Campus Gelar Literasi Keuangan di BINUS, Salurkan Bantuan Pascabencana untuk Sumatra

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berkolaborasi dengan program Kick Andy Goes to Campus menggelar kegiatan literasi keuangan di Kampus Bina Nusantara (BINUS) Alam Sutera, Tangerang. Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, serta perwakilan perusahaan anggota AAJI yang terlibat dalam Program Industry Social Responsibility (ISR) Kebaikan Berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapat edukasi mengenai pentingnya membangun kebiasaan perencanaan keuangan sejak dini, memahami berbagai risiko kehidupan, serta mengenal peran asuransi sebagai instrumen perlindungan jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan hidup.

Direktur Eksekutif AAJI Emira E. Oepangat menyampaikan bahwa literasi keuangan dan pengembangan generasi muda menjadi bagian dari komitmen industri asuransi jiwa. Ia mencontohkan salah satu program yang dijalankan AAJI, yakni Beasiswa Harry Diah, yang ditujukan untuk mendukung pengembangan potensi akademik mahasiswa.

“AAJI berkomitmen pada pengembangan generasi muda melalui Beasiswa Harry Diah. Program ini ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi, khususnya yang mengangkat tema industri asuransi jiwa, manajemen risiko, dan perlindungan keuangan,” ujar Emira.

Pada kesempatan yang sama, AAJI memberikan apresiasi kepada tiga perguruan tinggi dengan jumlah penerima Beasiswa Harry Diah terbanyak, yaitu IPB University, Universitas Indonesia, dan STMA Trisakti. Apresiasi tersebut diberikan sebagai penghargaan atas komitmen institusi pendidikan dalam mendorong riset dan peningkatan literasi industri asuransi jiwa di kalangan mahasiswa.

Kepala Departemen Literasi dan Edukasi AAJI Cicilia Nina turut memaparkan pentingnya perencanaan keuangan sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda. Menurutnya, perencanaan keuangan yang baik membantu individu dan keluarga lebih siap menghadapi berbagai risiko, termasuk risiko bencana alam.

“Perencanaan keuangan yang baik membantu individu dan keluarga lebih siap menghadapi risiko yang tidak terduga. Risiko bisa datang kapan saja, termasuk bencana alam. Dengan kesiapan finansial dan perlindungan yang tepat, dampak ekonomi dapat diminimalkan sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat,” kata Cicilia.

Selain edukasi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kepedulian sosial industri asuransi jiwa. Emira menjelaskan bantuan yang disalurkan melalui Program ISR Kebaikan Berkelanjutan difokuskan pada pemulihan pascabencana yang berkelanjutan, tidak hanya pada fase tanggap darurat.

Program tersebut merupakan kolaborasi 15 perusahaan anggota AAJI, dengan total bantuan yang dihimpun sebesar Rp734.850.000. Bantuan difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya anak-anak, ibu, dan keluarga.

“Pemulihan pascabencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan berkesinambungan. Karena itu, melalui Program ISR Kebaikan Berkelanjutan, AAJI bersama perusahaan anggota menghimpun bantuan sebesar Rp734,85 juta untuk difokuskan pada kebutuhan dasar yang paling krusial bagi masyarakat terdampak,” ujar Emira.

Ia menambahkan, bantuan yang disalurkan mencakup Sekolah Alam Darurat sebagai sarana pembelajaran sementara sekaligus trauma healing bagi anak-anak pascabencana, bantuan nutrisi ibu dan anak berbasis real food, serta penyediaan fasilitas sanitasi dan akses air bersih.

“Kami menyediakan fasilitas sanitasi berupa toilet portable dengan sistem air, septic tank, tandon air, hingga jaringan perpipaan, serta bantuan filter air untuk memastikan ketersediaan air bersih dan aman bagi kebutuhan sehari-hari. Kami berharap bantuan ini dapat membantu masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih sehat,” jelasnya.