BERITA TERKINI
ORI029 Ditawarkan 26 Januari–19 Februari 2026, Ini Cara Kerja dan Ketentuan Pembeliannya

ORI029 Ditawarkan 26 Januari–19 Februari 2026, Ini Cara Kerja dan Ketentuan Pembeliannya

Pemerintah kembali menawarkan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 pada masa penawaran perdana 26 Januari hingga 19 Februari 2026. Pada periode ini, investor ritel dapat membeli ORI029 secara online melalui mitra distribusi resmi.

Minimum pembelian ORI029 ditetapkan mulai Rp1 juta atau 1 unit. Sementara itu, batas maksimal pembelian mencapai Rp15 miliar atau 15.000 unit per investor, untuk gabungan dua pilihan tenor, yakni ORI029 tenor 3 tahun (ORI029T3) dan ORI029 tenor 6 tahun (ORI029T6).

Setelah masa penawaran berakhir, ORI029 dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah melewati masa minimum holding period (MHP). Harga di pasar sekunder mengikuti kondisi pasar. Masa penawaran menjadi tahap penting karena pada periode inilah pembelian dapat dilakukan langsung kepada pemerintah.

Skema kerja ORI029

Secara umum, mekanisme ORI dinilai sederhana dan ditujukan agar mudah dipahami investor pemula. Alurnya dimulai dari pemerintah menerbitkan ORI029, kemudian investor membeli pada masa penawaran. Setelah itu, investor menerima kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan. Ketika jatuh tempo, pokok investasi dikembalikan 100%.

Karakter utama ORI meliputi kupon tetap (fixed rate), pembayaran kupon bulanan, jaminan negara melalui APBN, serta bisa diperjualbelikan di pasar sekunder.

Alasan ORI diminati investor ritel

ORI kerap menjadi pilihan investor ritel karena sejumlah pertimbangan. Pertama, risikonya dinilai rendah karena dijamin undang-undang. Kedua, kupon dibayarkan rutin setiap bulan sehingga menarik bagi investor yang menginginkan arus kas stabil. Ketiga, modal awal relatif terjangkau dan mekanismenya mudah, sehingga dianggap ramah bagi pemula. Keempat, ORI sering dipandang sebagai instrumen defensif saat pasar saham bergejolak, termasuk ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berfluktuasi.

Relevansi ORI029 pada 2026

ORI029 hadir di tengah situasi yang disebut diwarnai ketidakpastian global, fluktuasi pasar saham, serta suku bunga yang masih relatif tinggi. Dalam konteks tersebut, ORI029 dinilai berpotensi memberikan imbal hasil kompetitif, menjadi penyeimbang portofolio saham dan reksadana, serta cocok untuk tujuan investasi jangka menengah dengan risiko terukur.

Untuk siapa ORI029?

ORI029 dapat dipertimbangkan oleh investor yang mengutamakan keamanan, menginginkan penghasilan bulanan pasif, baru memulai investasi dan menghindari risiko besar, atau ingin diversifikasi di luar saham dan reksadana. Instrumen ini bukan ditujukan untuk mengejar capital gain besar, melainkan stabilitas dan kepastian hasil.

Catatan pajak dan ketentuan jual-beli

ORI029 dapat dijual sebelum jatuh tempo melalui pasar sekunder setelah melewati masa minimum kepemilikan. Namun, instrumen ini dinilai kurang ideal untuk dana darurat karena harga bisa naik-turun jika dijual sebelum jatuh tempo.

Kupon ORI029 dikenakan pajak final 10%, lebih rendah dibanding pajak bunga deposito yang disebut sebesar 20%.

Perbedaan ORI dengan SBN ritel lain

ORI bersifat tradable atau dapat diperjualbelikan. Sementara itu, sebagian SBN ritel lain seperti Savings Bond Ritel (SBR) dan Sukuk Tabungan (ST) tidak bisa diperjualbelikan sebelum jatuh tempo.

Ringkasan

ORI merupakan instrumen investasi yang dirancang agar masyarakat dapat berinvestasi dengan nominal terjangkau dan mekanisme yang mudah dipahami. Melalui kupon tetap dan pembayaran bulanan, ORI menawarkan kepastian hasil sekaligus perlindungan modal karena dijamin penuh oleh negara. Dengan masa penawaran yang terbatas pada 26 Januari–19 Februari 2026, ORI029 menjadi salah satu opsi bagi investor ritel yang ingin mendiversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian pasar.