BERITA TERKINI
BoJ Tahan Suku Bunga 0,75%, Ueda Tegaskan Kenaikan Bertahap Jika Prospek Ekonomi Terwujud

BoJ Tahan Suku Bunga 0,75%, Ueda Tegaskan Kenaikan Bertahap Jika Prospek Ekonomi Terwujud

Bank of Japan (BoJ) memutuskan mempertahankan suku bunga jangka pendek di 0,75% setelah menuntaskan rapat kebijakan moneter dua hari pada Januari. Keputusan ini sesuai dengan perkiraan pasar dan membuat biaya pinjaman tetap berada di level tertinggi dalam tiga dekade.

Dalam konferensi pers setelah keputusan tersebut, Gubernur BoJ Kazuo Ueda menjelaskan bahwa ekonomi Jepang dinilai pulih secara moderat dan kemungkinan akan terus tumbuh dengan laju yang sama. Ia juga menyebut paket ekonomi pemerintah turut memperbaiki prospek ekonomi.

Dari sisi harga, Ueda menyampaikan inflasi yang mendasari diperkirakan terus meningkat secara moderat dan semakin mendekati target 2%. Namun, BoJ juga menilai inflasi konsumen inti kemungkinan melambat ke bawah 2% pada paruh pertama tahun ini. Bank melihat mekanisme kenaikan upah dan inflasi yang berjalan bersamaan diperkirakan berlanjut, sementara ekspektasi inflasi jangka menengah dan panjang meningkat secara moderat.

BoJ menegaskan akan terus menaikkan suku bunga apabila prospek ekonomi terwujud. Ueda menambahkan perilaku harga pada April menjadi salah satu faktor yang akan dipertimbangkan dalam keputusan kenaikan suku bunga berikutnya. Ia juga menyatakan kondisi moneter tetap akomodatif meski ada kenaikan suku bunga pada Desember, sembari mencatat suku bunga pinjaman yang terkait dengan suku bunga BoJ sudah meningkat.

Dalam pernyataan kebijakan, BoJ menilai tidak ada ketidakseimbangan besar dalam aktivitas keuangan dan sistem keuangan Jepang stabil secara keseluruhan. Kesenjangan output diperkirakan membaik sebagai tren dan berkembang secara moderat. Bank juga menilai langkah perusahaan untuk mencerminkan upah ke harga jual dapat menguat lebih dari yang diperkirakan.

BoJ turut menyoroti sejumlah risiko eksternal. Ketidakpastian masih tinggi terkait prospek ekonomi global, termasuk dampak kebijakan perdagangan yang dapat mendorong kenaikan harga impor dari sisi pasokan dan menekan ekonomi global. BoJ juga menilai perlu mencermati ekonomi Amerika Serikat, khususnya dampak tarif terhadap ketenagakerjaan dan pembentukan pendapatan melalui penurunan laba perusahaan, serta ketidakpastian pertumbuhan ekonomi Tiongkok. Bank memperingatkan bahwa jika harga impor meningkat signifikan, sikap defensif rumah tangga terhadap belanja dapat menguat.

Terkait nilai tukar, Ueda menegaskan pergerakan valuta asing dipengaruhi banyak faktor dan ia menghindari mengomentari level yen. Meski demikian, ia mengatakan akan memantau pasar valas dengan cermat dan menilai dampak volatilitas kurs terhadap harga kini lebih besar dibanding masa lalu karena perusahaan lebih aktif menaikkan harga dan upah. Ueda juga menyebut kemungkinan yen memengaruhi harga lebih besar sehingga perhatian terhadap valas perlu ditingkatkan.

Di pasar obligasi, Ueda menyatakan imbal hasil obligasi meningkat dengan sangat cepat. Ia mengatakan BoJ akan melakukan operasi obligasi secara gesit dalam kasus-kasus luar biasa dan mungkin melakukan operasi untuk mendorong pembentukan imbal hasil yang stabil. Ia juga menyebut imbal hasil jangka panjang dipengaruhi faktor akhir tahun fiskal.

Dalam laporan prospek kuartalan, proyeksi median PDB riil dewan untuk tahun fiskal 2025 naik menjadi +0,9% dari +0,7% pada Oktober. Proyeksi tahun fiskal 2026 menjadi +1,0% dari +0,7%, sementara proyeksi tahun fiskal 2027 menjadi +0,8% dari +1,0%. Untuk inflasi, proyeksi median indeks harga konsumen inti tahun fiskal 2025 dipertahankan di +2,7%.

Reaksi awal pasar menunjukkan pasangan USD/JPY melanjutkan kenaikan menuju 158,60 setelah keputusan BoJ mempertahankan suku bunga, tercatat naik 0,11% pada hari itu. Data pergerakan harian mata uang yang disajikan menunjukkan yen menjadi yang terlemah dibandingkan dolar Australia.

Dalam konferensi pers tersebut, juga disebutkan bahwa anggota dewan Takata dan Tamura mengusulkan revisi terhadap laporan prospek, tanpa rincian tambahan dalam ringkasan yang tersedia.