Kemajuan teknologi dan perubahan tren makroekonomi diproyeksikan membawa dampak besar terhadap dunia kerja. Laporan World Economic Forum (WEF) memperkirakan sekitar 92 juta pekerjaan akan hilang hingga tahun 2030, seiring meningkatnya otomatisasi dan penggunaan sistem digital di berbagai sektor.
Sejumlah jenis pekerjaan dinilai berisiko tinggi tergantikan karena tugasnya dapat diambil alih oleh perangkat lunak, kecerdasan buatan (AI), maupun sistem otomatis. Berikut 15 pekerjaan yang disebut berpotensi terdampak.
Industri teknis
1) Pekerja percetakan dan perdagangan terkait. Pergeseran ke media digital dan konten online menekan permintaan layanan percetakan tradisional.
2) Desainer grafis. Perkembangan perangkat lunak desain dan ketersediaan template otomatis membuat pembuatan konten visual semakin mudah dilakukan oleh non-desainer.
3) Pekerja entri data. Otomatisasi dan AI mampu menyelesaikan tugas entri data lebih cepat dan efisien.
Industri jasa
4) Kasir dan petugas tiket. Kios swalayan serta sistem tiket online kian luas digunakan, sehingga kebutuhan tenaga manusia berkurang.
5) Petugas informasi klien dan layanan pelanggan. Chatbot dan layanan pelanggan otomatis mulai menggantikan peran perwakilan layanan pelanggan manusia.
6) Asisten administrasi dan sekretaris eksekutif. Perangkat digital untuk penjadwalan dan komunikasi mengurangi kebutuhan tenaga administrasi tradisional.
7) Akuntan dan auditor. Sistem otomatisasi keuangan dapat menggantikan sejumlah pekerjaan manual dalam pembukuan dan audit.
Transportasi dan logistik
8) Petugas pencatatan material dan penyimpanan stok. Sistem pelacakan inventaris otomatis menekan kebutuhan pekerjaan manual di bidang ini.
9) Petugas keamanan. Teknologi pengawasan canggih dan sistem keamanan otomatis berpotensi menggantikan sebagian peran personel keamanan.
10) Petugas transportasi (staf check-in bandara dan kondektur). Sistem check-in digital serta transportasi otomatis, termasuk kendaraan tanpa pengemudi, mengurangi kebutuhan tenaga manusia.
Manajemen dan administrasi
11) Manajer layanan bisnis dan administrasi. Adopsi sistem otomatis untuk manajemen dan operasional mengurangi kebutuhan peran manajerial tradisional.
12) Pekerja akuntansi, pembukuan, dan penggajian karyawan. Perangkat lunak keuangan menggantikan sejumlah proses manual.
13) Penyelesai, pemeriksa, dan penyidik klaim. AI dapat memproses klaim dan menilai kerusakan lebih cepat dibanding manusia.
Pekerjaan lainnya yang terancam
14) Petugas transportasi dan logistik tradisional. Teknologi pengangkutan berbasis AI dan otomasi mengurangi kebutuhan operator manual.
15) Pekerja produksi tradisional. Robot industri mengambil alih berbagai fungsi di jalur produksi pabrik, sehingga kebutuhan tenaga kerja manusia di sektor manufaktur menurun.
Laporan tersebut menjadi peringatan bagi tenaga kerja untuk terus meningkatkan keterampilan agar tetap relevan, terutama pada bidang teknologi digital, analitik data, serta pengelolaan sistem otomatis. Adaptasi dinilai menjadi kunci menghadapi perubahan pasar kerja yang semakin cepat.

