BADUNG — Tren pola makan sehat turut membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Salah satunya terlihat dari penjualan kukusan berbahan umbi-umbian yang menjadi alternatif sarapan praktis dan terjangkau bagi masyarakat.
Seorang pedagang kukusan sehat, Putu Artika, mengatakan ia menyasar pembeli yang membutuhkan sarapan sederhana sebelum memulai aktivitas. Ia menilai konsep makanan rebus tanpa pengolahan berlebih masih jarang ditemui di lingkungan tempatnya berjualan.
“Ya, bersarapan pagi aja. Sehat ini. Karena mungkin jarang sih yang jualan seperti ini di daerah sini, khususnya di gang sini,” ujar Putu Artika.
Putu Artika menuturkan, ia mulai berjualan sejak pukul 06.00 hingga sekitar pukul 10.00. Jika dagangan masih tersedia, ia melanjutkan hingga siang hari. Menu yang ditawarkan antara lain ubi ungu, ubi jalar, kentang, serta jagung dan telur rebus. Harga jualnya dipatok Rp2.000 per item.
“Dari pagi jam enam sampai selesai, biasanya sampai jam sepuluh. Tapi kalau masih ada, lanjut sampai siang. Di sini jual ubi manis, umbi-umbian seperti itu,” katanya.
Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat berbasis bahan alami dan minim pengolahan. Umbi-umbian dikenal kaya serat serta dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga menjadi pilihan sarapan yang sederhana namun bergizi.
Di sisi lain, usaha kukusan sehat dinilai dapat menjadi peluang ekonomi skala kecil dengan modal yang relatif terjangkau. Kehadirannya memberi pilihan sarapan sehat bagi warga, sekaligus menjadi sumber penghasilan harian bagi pelaku usaha.

