Perusahaan fintech Korea Selatan, Toss, tengah menyiapkan ekspansi ke sektor keuangan Web3 dengan rencana membangun infrastruktur blockchain milik sendiri. Perusahaan yang dioperasikan oleh Viva Republica ini melayani sekitar 30 juta pengguna terdaftar—mendekati 60% populasi Korea Selatan—melalui super app yang menaungi layanan Toss Bank, Toss Securities, dan Toss Payments.
Menurut laporan Blockmedia, Toss mempertimbangkan dua pendekatan teknis untuk jaringan blockchain yang sedang dikaji: membangun jaringan layer satu (L1) dari awal atau menerapkan solusi layer dua (L2) di atas jaringan yang sudah ada. Sumber internal menyebutkan keputusan akhir masih dibahas dan akan sangat dipengaruhi perkembangan Undang-Undang Dasar Aset Digital Korea Selatan yang hingga kini belum disahkan.
Rencana mainnet ini diposisikan sebagai cara untuk memperluas infrastruktur layanan keuangan Toss ke ranah on-chain. Dengan memiliki jaringan sendiri, perusahaan berupaya memperoleh kendali lebih langsung atas biaya, tata kelola, dan pengembangan aplikasi, sekaligus mengurangi ketergantungan pada jaringan eksternal dan potensi dampak perubahan tata kelola pihak ketiga.
Di sisi produk, Toss juga mengonfirmasi tengah mengembangkan dompet Web3 yang akan terintegrasi langsung ke dalam aplikasi yang sudah ada, tanpa memerlukan unduhan terpisah. Dompet tersebut dirancang untuk mendukung penyimpanan aset virtual, transfer, pembayaran, serta pengelolaan sekuritas yang ditokenisasi.
Persiapan terkait stablecoin turut berjalan. Sebuah Tim Tugas Stablecoin khusus yang dipimpin Chief Business Officer Kyuha Kim dilaporkan telah beroperasi di internal perusahaan. Pada Juni 2025, Toss mendaftarkan merek dagang untuk 24 nama stablecoin dalam won Korea, termasuk “TOSSKRW”.
Seiring pengembangan tersebut, Toss mulai merekrut insinyur blockchain sejak Februari 2026. Lowongan yang dibuka mencakup pengembangan sistem dompet, pemrosesan API dan transaksi, operasi node, penandatanganan kriptografis, hingga kepatuhan keuangan. Seorang juru bicara perusahaan menyatakan bahwa Toss memandang infrastruktur keuangan berbasis aset digital sebagai bidang penting di masa depan, sambil menekankan perekrutan talenta dan penjajakan kolaborasi dengan mitra untuk akuisisi teknologi.
Pada Seoul Blockchain Meetup 2026 bulan Maret, Direktur Pengembangan Korporat Seo Chang-whoon memperkenalkan kerangka “Money 3.0” yang berfokus pada uang yang dapat diprogram melalui kontrak pintar, keuangan tanpa batas yang tidak dibatasi mata uang, geografis, maupun waktu, serta strategi penerbitan dan distribusi stablecoin yang dikaitkan dengan layanan keuangan nyata. Presentasi tersebut juga menampilkan bukti konsep yang menghubungkan model kredit usaha kecil SohoScore dengan kontrak pintar untuk pinjaman otomatis.
Sejumlah pengamat yang dikutip Blockmedia menilai kepemilikan infrastruktur sendiri dapat menjadi keunggulan, terutama untuk menghindari ketergantungan eksternal dan meningkatkan skalabilitas. Namun, ada pula pandangan bahwa L2 khusus di atas jaringan yang telah teruji dapat mempercepat proses tokenisasi.
Di Korea Selatan, langkah Toss ini terjadi di tengah kompetisi pengembangan infrastruktur blockchain oleh perusahaan lain. Dunamu, operator Upbit, dikabarkan mengembangkan Kiwachain, sebuah jaringan L2 Ethereum. Sementara Hashed disebut sedang mengembangkan Maru, sebuah L1 yang berfokus pada stablecoin won Korea. Toss diperkirakan akan memasuki persaingan ini dengan basis pengguna yang jauh lebih besar.
Meski demikian, faktor regulasi masih menjadi hambatan utama. Korea Selatan belum mengesahkan Undang-Undang Dasar Aset Digital, sementara aturan penyelesaian perdagangan dan valuta asing yang berlaku saat ini disebut menyulitkan penerbitan stablecoin. Laporan tersebut menyebut Toss menyusun rencana perekrutan dan perencanaan blockchain dengan mempertimbangkan kesiapan kepatuhan.
Perusahaan juga mengungkapkan sedang menjajaki kemitraan dengan KB Financial dan Samsung Card sebagai bagian dari rencana infrastruktur aset digitalnya, meski kedua perusahaan tersebut belum mengeluarkan pernyataan publik terkait pembicaraan itu.
Dari sisi kinerja, Toss melaporkan tahun pertamanya yang menguntungkan pada 2024 dengan pendapatan konsolidasi sebesar 1,956 triliun won Korea (sekitar US$1,4 miliar), naik 43% secara tahunan. Perusahaan juga menargetkan IPO di Amerika Serikat pada 2026 dengan valuasi di atas US$10 miliar.
Hingga kini, Toss belum mengonfirmasi tanggal peluncuran maupun spesifikasi teknis mainnet. Rencana masih berada dalam tahap pembahasan, dan langkah berikutnya bergantung pada kejelasan regulasi serta keputusan internal mengenai pilihan arsitektur L1 atau L2.