BERITA TERKINI
Tim Abdimas Umsida Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan Sekolah Digital untuk Bendahara PAUD/TK Aisyiyah Sidoarjo

Tim Abdimas Umsida Beri Pelatihan Pengelolaan Keuangan Sekolah Digital untuk Bendahara PAUD/TK Aisyiyah Sidoarjo

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar pelatihan bertema “Peningkatan Literasi Keuangan dan Pengelolaan Keuangan Sekolah Secara Digital untuk Bendahara PAUD/TK Aisyiyah Kabupaten Sidoarjo.” Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat tata kelola keuangan lembaga pendidikan anak usia dini melalui peningkatan kapasitas bendahara.

Pelatihan dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026) di Gedung GKB 3 Lantai 7 Kampus 1 Umsida. Kegiatan ini diikuti bendahara PAUD/TK Aisyiyah se-Kabupaten Sidoarjo.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan penyusunan laporan keuangan menggunakan Microsoft Excel serta pengelolaan keuangan berbasis digital. Abdimas ini diketuai Dr Imelda Dian Rahmawati dengan anggota Dr Rifda Abadiyah yang turut memberikan materi dan pendampingan.

Kegiatan digelar setelah tim menemukan sejumlah kendala yang masih kerap terjadi di lapangan, khususnya dalam pengelolaan keuangan lembaga PAUD. Tim mencatat sebagian besar bendahara PAUD/TK Aisyiyah tidak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi atau akuntansi. Kondisi ini berdampak pada ketidakseragaman penyusunan laporan keuangan sekolah. Selain itu, literasi keuangan digital dinilai masih minim sehingga banyak lembaga masih mengandalkan sistem manual.

Dr Rifdah Abadiyah, yang juga Ketua Majelis PAUD Dasmen Kabupaten Sidoarjo, menekankan peran strategis bendahara dalam menjaga kualitas tata kelola keuangan lembaga pendidikan. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang baik menjadi pondasi untuk mendukung kualitas pendidikan secara menyeluruh.

“Pengelolaan keuangan yang baik merupakan pondasi penting dalam mendukung kualitas pendidikan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas bendahara menjadi hal yang sangat strategis,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, pengelolaan keuangan berbasis manual perlu mulai beralih ke sistem digital yang lebih efisien dan dapat meminimalkan kesalahan.

Sementara itu, Dr Imelda Dian Rahmawati menjelaskan bahwa literasi keuangan tidak terbatas pada pencatatan transaksi, melainkan juga mencakup perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi keuangan secara bijak.

“Literasi keuangan itu bukan hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi bagaimana kita merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi keuangan dengan baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan keuangan sekolah dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas. “Jadi kami memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang pentingnya literasi keuangan, sekaligus mendorong penerapan sistem digital yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel,” terang dosen Program Studi Akuntansi tersebut.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi diskusi interaktif. Peserta aktif bertanya dan berbagi pengalaman terkait tantangan pengelolaan keuangan di sekolah masing-masing. Salah satu peserta menyebut pelatihan ini memberi wawasan baru, terutama mengenai penggunaan aplikasi digital untuk mempermudah pencatatan dan pelaporan keuangan.

Tim Abdimas Umsida menyatakan kegiatan tidak berhenti pada pelatihan. Program akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Pimpinan Cabang Aisyiyah setempat serta Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo.