BERITA TERKINI
Survei Jakpat: Banyak Warga Nilai Perencanaan Keuangan Penting, Namun Sebagian Menganggap Tak Relevan karena Kurang Paham

Survei Jakpat: Banyak Warga Nilai Perencanaan Keuangan Penting, Namun Sebagian Menganggap Tak Relevan karena Kurang Paham

Survei terbaru Jakpat menunjukkan adanya ironi dalam perilaku finansial masyarakat Indonesia. Meski perencanaan keuangan dinilai penting oleh mayoritas responden, sebagian lainnya masih menganggapnya tidak relevan untuk kehidupan sehari-hari. Temuan ini mengarah pada satu persoalan utama: kurangnya pemahaman tentang perencanaan keuangan.

Dalam survei yang melibatkan 1.945 pengguna e-wallet di Indonesia, perencanaan keuangan memperoleh skor kepentingan 4,74 dari skala 5. Jakpat juga mencatat bahwa Gen Z menjadi kelompok yang paling menaruh perhatian terhadap pentingnya pengelolaan keuangan dibanding generasi lain seperti Milenial dan Gen X.

Namun, survei yang sama menemukan masih ada responden yang menilai perencanaan keuangan tidak penting. Dari 67 responden dalam kategori tersebut, alasan yang paling dominan adalah tidak memahami perencanaan keuangan, dengan persentase 39%. Kondisi ini menegaskan bahwa literasi keuangan masih menjadi tantangan.

Alasan lain yang muncul adalah anggapan bahwa perencanaan keuangan hanya untuk kalangan tertentu (34%). Selain itu, 22% responden merasa baik-baik saja tanpa perencanaan finansial. Sebanyak 20% menilai perencanaan keuangan bukan kebutuhan mendesak, sementara 16% menyebut tidak memiliki waktu untuk melakukannya.

Rangkaian data ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara kesadaran dan penerapan. Banyak responden mengakui pentingnya perencanaan keuangan, tetapi tidak semuanya memiliki pengetahuan atau dorongan untuk mempraktikkannya.

Survei ini dilakukan pada 14–21 November 2025 dengan margin of error di bawah 5%. Kuesioner didistribusikan melalui aplikasi Jakpat dan disesuaikan dengan proporsi populasi pengguna internet di Indonesia.

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa peningkatan literasi keuangan tidak cukup hanya melalui kampanye kesadaran. Dibutuhkan pendekatan edukatif yang lebih praktis dan mudah dipahami agar masyarakat tidak hanya mengetahui pentingnya perencanaan keuangan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah kondisi ekonomi yang semakin kompleks dan gaya hidup digital yang kian dominan, pemahaman finansial menjadi kebutuhan dasar. Tanpa pemahaman yang memadai, perencanaan keuangan berisiko terus dipandang sebagai sesuatu yang jauh dan tidak relevan bagi sebagian masyarakat.